Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Tertekan di Rp16.325/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 01 April 2020 09:35
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp16.310 per USD. Mata uang Garuda kesulitan membungkam gerak mata uang Paman Sam di tengah pandemi covid-19 yang kian meluas ke seluruh dunia.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 1 April 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp16.325 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.325 hingga Rp16.382 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.123 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Dolar AS tertekan oleh langkah-langkah Federal Reserve yang memastikan kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar pada awal sesi mendapat keuntungan dari permintaan akhir tahun fiskal dan triwulanan fiskal dari manajer portofolio dan perusahaan-perusahaan Jepang, tetapi perdagangan berombak, dengan dolar bergantian berada di antara keuntungan dan kerugian.
 
Untuk kuartal ini, dolar adalah pemenang terbesar, melonjak 2,8 persen. Sementara crown Norwegia mencatat kerugian terbesar, jatuh 18 persen terhadap dolar. Para analis mengatakan penurunan tajam di pasar ekuitas AS selama Maret menyebabkan peningkatan pembelian dolar bagi para manajer aset yang berupaya menyeimbangkan kembali portofolio mereka.
 
Tetapi mata uang AS mengurangi kenaikan setelah langkah Fed terbaru untuk memperluas kemampuan puluhan bank sentral asing mengakses dolar selama krisis virus korona. Pada dasarnya, the Fed mengizinkan bank sentral asing untuk menukar kepemilikan mereka atas surat berharga AS untuk pinjaman overnight dalam dolar.
 
Ini adalah salah satu dari serangkaian tindakan yang dilepaskan oleh Fed untuk mengatasi masalah likuiditas yang disebabkan oleh kejatuhan ekonomi akibat pandemi virus korona. Ini sedikit mengurangi kilau dolar karena pasokan mata uang AS meluas.
 
"Dolar akan kesulitan memperpanjang kenaikannya secara signifikan saat ini hanya karena pasokan relatif uang tunai yang datang dari the Fed dalam dolar," kata Kepala Strategi Valas Scotiabank Shaun Osborne, di Toronto.
 
Dalam perdagangan sore, indeks dolar melemah 0,2 persen menjadi 99,042. Indeks dolar mencapai 102,99, tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, awal bulan ini karena aksi jual pasar global memicu perburuan terhadap dolar.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif