NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Rupiah Gilas Dolar AS di Tengah Korona

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 24 Maret 2020 09:02
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan perdagangan sore di hari sebelumnya ke posisi Rp16.575 per USD. Mata uang Garuda berhasil menguat sejalan dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang melakukan intervensi agar rupiah tidak melemah lebih dalam.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 24 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka perkasa di Rp16.505 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.486 hingga Rp16.505 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.242 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi setelah Federal Reserve meluncurkan langkah-langkah agresif guna mendukung pasar di tengah krisis covid-19.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen menjadi 102,4603 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0733 dari USD1,0654 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,1528 dari USD1,1569 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia jatuh ke USD0,5792 dibandingkan dengan USD0,5806. Dolar AS dibeli 111,50 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,17 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9840 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9891 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,4522 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4429 dolar Kanada.
 
Bank sentral AS mengumumkan rencana untuk membeli surat berharga dan surat berharga yang didukung hipotek AS tanpa batas guna membantu pasar berfungsi lebih efisien di tengah ketidakpastian virus korona. Pandemi virus korona menyebabkan kesulitan besar di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia.
 
"Upaya agresif harus diambil lintas sektor publik dan swasta untuk membatasi kerugian pada pekerjaan dan pendapatan dan untuk mempromosikan pemulihan cepat setelah gangguan mereda," kata bank sentral AS.
 
Dalam serangkaian tindakan, Fed menyetujui langkah-langkah historis untuk pertama kali mendukung pembelian obligasi korporasi dan mengarahkan pinjaman kepada perusahaan, memperluas kepemilikan aset sebanyak yang diperlukan untuk menstabilkan pasar keuangan, dan segera meluncurkan sebuah program mendapatkan kredit untuk usah kecil dan menengah.
 
Dolar turun tajam ketika langkah-langkah tersebut diumumkan the Fed, tetapi secara bertahap naik kembali karena investor melihat ke pemerintah yang juga meluncurkan stimulus. "Satu hal yang benar-benar perlu kita lihat adalah lebih banyak amunisi fiskal yang muncul," kata Mazen Issa, ahli strategi mata uang senior di TD Securities di New York.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif