Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun Sedari Dini

Ekonomi Virus Korona tips keuangan dbs indonesia tips berinvestasi
Angga Bratadharma • 21 November 2020 13:03
Jakarta: Bank DBS Indonesia mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan pensiun. Persiapan yang matang menjadi penting dan perlu dilakukan sedari dini agar ketika memasuki masa pensiun, seseorang tidak mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari.
 
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung mengatakan merencanakan masa depan dan masa pensiun sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Terlebih lagi mengingat ketidakpastian yang mungkin terjadi. Contohnya pandemi yang terjadi saat ini.
 
"Ketika harapan hidup meningkat dan gaya hidup perlu berubah penting untuk mengatur rencana dalam mempersiapkan masa depan yang lebih mapan," kata Rudy, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan laporan Spotlight On Retirement Indonesia oleh Society of Actuaries dan LIMRA Secure Retirement Institute (2018) diperkirakan penduduk Indonesia secara keseluruhan tumbuh 25 persen antara 2015 dan 2050. Sementara dalam periode yang sama, penduduk usia 60+ (lansia) akan tumbuh 195 persen, secara signifikan melampaui pertumbuhan total penduduk.
 
Proporsi penduduk lansia diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu 35 tahun, dari 21 juta pada 2015 menjadi 62 juta pada 2050. Dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani kebutuhan penduduk lansia di masa depan.
 
Jika tidak, hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan, seperti menyusutnya tenaga kerja hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi yang akan memberikan tekanan besar pada sistem pensiun di masa depan. Bila perencanaan pensiun tidak dilakukan dengan hati-hati, masyarakat mungkin harus memperpanjang masa kerjanya.
 
Artinya sangat penting bagi masyarakat untuk mulai merencanakan pensiun dini, dan merencanakannya dengan hati-hati. Jika tidak, masyarakat mungkin akan bekerja di luar usia pensiun pada umumnya.
 
Dari survei yang dilakukan Spotlight On Retirement Indonesia kepada 765 responden, dengan rentang usia yang terbagi menjadi tiga yakni, pekerja muda (30-45 tahun), pra-pensiun (46-60 tahun), dan pensiunan (di atas 60), menunjukkan bahwa 64 persen responden menganggap mendanai pensiun sebagai tanggung jawab mereka sendiri.
 
Sebanyak 47 persen responden menyesali penundaan menabung untuk masa pensiun atau belum mulai menabung sama sekali. Hal tersebut mengindikasikan mereka tidak akan mempunyai tabungan yang cukup untuk masa pensiun. Di sisi lain, Pension Sustainability Index 2016 juga menunjukkan sistem pensiun Indonesia menempati peringkat ke-50 dari 54 pasar.
 
Secara historis, Indonesia belum memiliki sistem pensiun yang komprehensif yang mencakup seluruh penduduk. Karenanya industri keuangan dituntut untuk dapat memahami perspektif konsumen tentang lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menabung demi masa pensiun. Waktu yang dihabiskan untuk perencanaan pensiun sedikit berbeda antar segmen di Indonesia.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif