Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Sepekan, Kinerja Saham Grup Lippo Merekah

Ekonomi lippo cikarang lippo karawaci lippo grup
Ade Hapsari Lestarini • 08 Juni 2020 15:26
Jakarta: Kinerja saham sejumlah anak usaha grup Lippo pada sepekan kemarin terpantau merekah. Adapun saham PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT First Media Tbk (KBLV), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) terpantay melesat hingga dua digit.
 
Data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 8 Juni 2020, saham MLPT pada Jumat, 5 Juni 2020 memimpin kenaikan tertinggi hingga 53,91 persen ke harga Rp885 per saham. Disusul oleh KBLV yang melesat 32,7 persen ke Rp438. Sementara NOBU terkerek 31,34 persen ke Rp880, MLPL dan LPKR mampu naik hingga 24 persen dan 22,6 persen ke harga Rp62 dan Rp180. Sedangkan LPCK naik 10,24 persen ke harga Rp795.
 
Kenaikan harga yang dialami beberapa saham grup Lippo, menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama lantaran dari sisi harga yang relatif murah dan juga sentimen positif pembagian dividen yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia mengatakan dividend payout ratioMLPT cukup besar secara historis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2019, dividend payout ratio mencapai 182,19 persen. Sementara di 2018, dividend payout ratio MLPT mencapai 80,19 persen. Adapun tahun ini dividend payout ratio MLPT mencapai 181,76 persen.
 
Perseroan tercatat akan membagi dividen Rp133 per saham. Total dividen yang akan dibagikan Rp249,38 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dikantongi sepanjang 2019. Menilik laporan keuangannya, sepanjang 2019 MLPT mengantongi laba bersih hingga Rp137,27 miliar. Adapun hingga akhir 2019, MLPT masih memiliki saldo laba belum dicadangkan hingga Rp545,96 miliar. Selain itu, dividend yield MLPT yang tinggi turut menopang penguatan sahamnya.
 
Dia menambahkan, selama saham LPCK masih terjaga di atas Rp 700, investor boleh mempertimbangkan buy on weakness dengan target harga Rp850. Pola pembalikan arah dari bearish ke bullish juga sudah terlihat sejak Maret 2020.
 
PadaJumat, 5 Juni 2020, harga saham LPCK menguat 4,61 persen ke Rp795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik. Pasalnya, LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
 
Sementara itu, saham LPKR pada Senin, 8 Juni 2020 juga dibuka menguat ke level Rp184 per lembar saham, atau naik 1,66 persen dibanding pada penutupan Jumat.
 
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti dan juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.
 
Pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat. Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR.
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif