Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom
Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom

Akulaku Restrukturisasi Pinjaman Rp47,3 Miliar

Ekonomi Kredit Fintech
Husen Miftahudin • 29 Juli 2020 11:17
Jakarta: PT Akulaku Finance Indonesia melakukan restrukturisasi pinjaman sebanyak 13.876 debitur dengan total outstanding kredit mencapai Rp47,3 miliar.
 
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan komitmen tersebut seiring program restrukturisasi kredit yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meringankan beban debitur di tengah perlambatan ekonomi.
 
"Secara keseluruhan nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah. Namun, tidak semua pengajuan yang disetujui karena adanya ketidaksesuaian kriteria maupun kelengkapan dokumen," ujar Efrinal dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Efrinal menjelaskan pelaksanaan kebijakan ini sekaligus juga merupakan proses pengkinian data konsumen seperti yang diamanatkan di dalam Peraturan OJK. Di samping itu, upaya perusahaan ini sekaligus menginformasikan bahwa keadaan Akulaku tetap terjaga di masa pandemi covid-19 ini.
 
Menurutnya, Akulaku sebagai perusahaan penyedia layanan kredit daring (online) ikut menjalankan kebijakan restrukturisasi kredit, sebagaimana arahan pemerintah. Restrukturisasi ini merupakan kebijakan yang diterbitkan OJK yang bertujuan bertujuan untuk meringankan beban cicilan para nasabah lembaga keuangan di Indonesia.
 
Keringanan cicilan atau relaksasi salah satunya diterima oleh Hamdi, seorang mitra ojek online sekaligus seorang staf dari perusahaan logistik. Ia bersyukur mendapat keringanan relaksasi atau restrukturisasi kredit dari Akulaku Finance Indonesia, menyusul kian beratnya tekanan menjalankan berbagai usaha di masa pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga hari ini.
 
"Kalau selama pandemi, emang disetop dulu, maksudnya untuk penundaan bayarnya, jadi sampai dua bulan tanpa ada cicilan. Saya April kemarin tidak ada bayar cicilan," ucapnya.
 
Hamdi mengaku sudah lama menggunakan Akulaku sebagai layanan kreditonlineyang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadang, ia juga menggunakan pinjaman Akulaku untuk membantu usahanya.
 
Akulaku di mata Hamdi cukup membantunya dalam mendapatkan meringankan beban dengan proses yang tidak berbelit-belit. Mulai proses pengajuan hingga penagihan, menurut dia, pihak administrasi Akulaku dinilai cukup kooperatif.
 
"Mudah mendapatkan kreditnya. Prosedur tidak sulit, selama pembayaran semuanya memenuhi syarat langsung di-acc pengajuan kreditnya. Dan juga tidak ada masalah saat menggunakan, penagihan pun lumayan kooperatif juga," sebut dia.
 
OJK mencatat total restrukturisasi pinjaman yang telah dilakukan perusahaan pembiayaan per 21 Juli 2020 mencapai Rp148,7 triliun dari 4,04 juta nasabah perusahaan pembiayaan. Hingga saat ini, 183 perusahaan pembiayaan yang terdaftar di regulator sudah mengimplementasikan program restrukturisasi pinjaman ini.
 
Adapun total permohonan restrukturisasi yang masuk ke perusahaan pembiayaan mencapai 4,69 juta kontrak. Artinya, sebanyak 372.717 kontrak restrukturisasi di antaranya masih dalam proses persetujuan.
 

(Des)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif