Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: MI/Adam Dwi

Rencana Merger Perkuat Bank Syariah Lokal di Kancah Global

Ekonomi Merger Bank Syariah holding bumn
Husen Miftahudin • 06 Agustus 2020 17:04
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan rencana merger (penggabungan) bank-bank syariah BUMN bakal segera terealisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran dan keberadaan bank syariah lokal di kancah dunia.
 
"Karena ini sudah menjadi gagasan dan untuk memperkuat (peran bank syariah). Karena kita kan tidak mempunyai bank syariah yang besar yang masuk dalam 20 besar dunia, itu tidak ada," ujar Ma'ruf dalamDialog Spesial Indonesia Bicarasecara virtual, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Ma'ruf menambahkan langkah merger tersebut juga bertujuan untuk meminimalisasi jumlah bank syariah yang memiliki pangsa pasar sedikit. "Ini dilakukan agar jangan terlalu banyak bank (syariah), tapi potensinya kecil-kecil," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya, penggabungan bank syariah BUMN penting dilakukan untuk memperbesar skala dan daya jangkaunya. Saat ini terdapat tiga hingga empat bank syariah berstatus pelat merah.
 
"Ini kita harapkan diperbesar agar dia juga bisa berperan untuk kepentingan dalam negeri dan bisa juga untuk luar negeri. Itu saya kira sudah dalam penyiapan untuk adanya penggabungan itu," jelas Ma'ruf.

 
Menurutnya potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang besar di Indonesia harus dibarengi dengan pemanfaatan sumber daya perbankan syariah nasional. Sehingga nantinya bank syariah BUMN dapat lebih berperan dalam memberi pembiayaan proyek-proyek besar di Tanah Air.
 
"Penggabungan perbankan syariah BUMN itu agar menjadi bank besar sehingga bisa lebih mengembangkan sayapnya. Selain itu juga bisa melayani proyek-proyek besar atau kegiatan-kegiatan ekonomi yang lebih besar sehingga nantinya bisa lebih cepat dalam mendorong (pertumbuhan perekonomian nasional)," paparnya.
 
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan penggabungan bank-bank syariah pelat merah terwujud di awal 2021. Saat ini pihaknya sedang mengkaji bank-bank syariah BUMN yang layak untuk disatukan.
 
Erick menyampaikan penggabungan bank-bank syariah itu dilakukan agar memberi banyak pilihan bagi masyarakat dalam mencari pendanaan. "Namanya pendanaan macam-macam kan ada mahal, murah, syariah, kita mestiwelcomesemuanya itu," ucap dia.

 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif