NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Akhir Pekan, Rupiah Pamer Kekuatan

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 27 Maret 2020 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau kian perkasa dibandingkan perdagangan sore hari sebelumnya di posisi Rp16.305 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam seiring sejumlah upaya yang sudah dilakukan otoritas moneter melakukan intervensi terhadap nilai tukar.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 27 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp16.105 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.105 hingga Rp16.150 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15,950 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat anjlok secara luas pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah kenaikan klaim pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya mendorong investor mengantisipasi bahwa Pemerintah AS dan Federal Reserve (Fed) akan mengambil langkah-langkah baru untuk merangsang ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh 1,67 persen jadi 99,3761 di akhir perdagangan, merupakan level terendah dalam satu minggu terakhir. Euro melonjak 1,42 persen terhadap greenback jadi USD1,1034. Dolar terperosok 1,57 persen terhadap yen Jepang menjadi 109,44 yen.
 
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran melonjak ke rekor lebih dari tiga juta pekan lalu, karena langkah-langkah ketat untuk menahan pandemi virus korona membuat negara itu berhenti tiba-tiba, melepaskan gelombang PHK yang kemungkinan mengakhiri booming lapangan kerja terpanjang dalam sejarah AS.
 
"Jumlah itu telah mengirimkan rasa takut di pasar. Jika angka-angka ini berlanjut selama tiga atau empat minggu, akan ada permintaan untuk lebih banyak dukungan fiskal, dan bahkan lebih banyak dukungan moneter dari Fed," kata Kepala Strategi Pasar Prudential Financial Quincy Krosby di Newark, New Jersey.
 
Ledakan pengangguran diumumkan tidak lama setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa AS mungkin berada dalam resesi tetapi kemajuan dalam mengendalikan penyebaran virus korona akan menentukan kapan ekonomi dapat sepenuhnya dibuka kembali.
 
Pernyataan tersebut adalah pengakuan yang tidak biasa dari Ketua Fed bahwa ekonomi mungkin mengalami kontraksi bahkan sebelum data mengkonfirmasikannya. Sementara itu, saham-saham menguat untuk hari ketiga di tengah angka yang suram, karena investor fokus pada prospek stimulus tambahan.
 
Senat AS dengan suara bulat mendukung rancangan undang-undang USD2 triliun yang bertujuan membantu pekerja dan industri yang menganggur dirugikan oleh pandemi virus korona, serta memberikan miliaran dolar untuk membeli peralatan medis yang sangat dibutuhkan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif