Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

3 Cara OJK Jaga Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal

Ekonomi OJK investor investasi Pasar Modal
Husen Miftahudin • 05 Agustus 2021 11:30
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia pada semester I-2021 mengalami kenaikan signifikan sebesar 96 persen (yoy). Kenaikan jumlah investor tersebut didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z.
 
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyambut gembira capaian tersebut di tengah meluasnya wabah pandemi covid-19. Namun demikian, peningkatan jumlah investor tersebut harus dibarengi pula dengan penerapan tiga program utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
 
"Pertama adalah program peningkatan literasi keuangan, khususnya pemahaman terhadap investasi pada instrumen keuangan agar investor semakin cakap dalam pengambilan keputusan investasi," ujar Tirta acara webinar Edukasi Keuangan dengan tema Yuk Berinvestasi di Pasar Modal, Kamis, 5 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tirta menekankan bahwa peningkatan pemahaman terhadap investasi penting dilakukan mengingat tingkat literasi keuangan masyarakat, khususnya di pasar modal, masih rendah, yaitu hanya lima persen masyarakat yang memahami produk pasar modal. Angka ini jauh di bawah tingkat literasi keuangan nasional yang rata-rata sebesar 38 persen.
 
Ia berkeyakinan investor ritel yang 'melek keuangan' akan dapat melindungi dirinya sendiri dari praktik penipuan dan investasi ilegal. Mereka juga dapat memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuannya.
 
"Dengan mempertimbangkan aspek risiko, legalitas produk, serta kewajaran penawaran penawaran produk. Oleh karena itu, segala upaya untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal terus kita dorong," tegasnya.
 
Selanjutnya program kedua adalah upaya perluasan akses keuangan, khususnya produk pasar modal, supaya lebih merata. Dalam situasi pandemi seperti saat ini, ketersediaan produk investasi yang accessible (mudah diakses), flexible, dan affordable (terjangkau), merupakan hal yang krusial.
 
"Oleh karena itu kita akan terus mendorong upaya pendalaman pasar keuangan melalui FK-PPPK (Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan)," jelas Tirta.
 
Menurutnya, perluasan terhadap akses produk pasar modal penting dilakukan untuk memberikan alternatif instrumen investasi yang lebih banyak, informasi yang lengkap, serta dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait investasi di sektor keuangan.
 
Sementara yang ketiga adalah program literasi dan inklusi keuangan. Menyikapi semakin banyaknya produk investasi yang bersifat hybrid, maka diperlukan sinergi di antara regulator, pemerintah, dan juga industri.
 
"Kita ditantang untuk selalu membuat regulasi yang relevan untuk kemajuan sektor keuangan, serta harus mampu mengawasinya dan dapat merespons pengaduan konsumen dengan baik dan tepat waktu," pungkas Tirta.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif