Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Hati-hati Jebakan Betmen! Ini 2 Tips Bijak Memakai Jasa Pinjol

Ekonomi keuangan Kementerian Perdagangan Fintech Pinjaman tunai online Pinjaman Online
Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 September 2021 17:50
Jakarta: Pinjaman online (pinjol) merupakan solusi mendapatkan dana segar dengan cepat dan mudah. Namun, kemudahan ini sering menjadi bumerang bagi peminjam karena mereka kerap malas mencari informasi penyedia jasa.
 
Hal yang sering terjadi adalah peminjam terjebak bunga yang sangat besar karena tidak membaca informasi secara lengkap. Banyak yang hanya tergiur karena bisa mendapatkan dana segar dengan cepat.
 
Luputnya pemahaman tentang bunga membuat peminjam kesulitan membayar utangnya plus bunga. Belum lagi tenor yang diberikan biasanya hanya seminggu sampai 14 hari. Jika penunggakan sudah terjadi, peminjam akan diteror habis-habisan oleh debt collector pinjol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini biasa dilakukan oleh pinjol ilegal.
 
Minimnya kesadaran mencari informasi
 
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono. Berdasarkan survei yang dilakukan Kemendag, kesadaran konsumen mengakses informasi sebelum membeli dan menggunakan jasa masih rendah.
 
"Untuk itu, kami mengajak konsumen untuk lebih teliti sebelummelakukan pinjaman dengan memperhatikan legal aspek penyedia jasa, melakukan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan, dan pinjaman digunakan sesuai keperluan," tutur Veri.
 
Lalu apa yang mesti dilakukan jika ingin menggunakan jasa pinjol untuk dapat dana segar? Berikut tips menggunakan pinjol dari Kementerian Perdagangan:

1. Ingat 2L

Sementara itu, Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Agus Fajri Zam mengajak warga harus selalu ingat 2L, legal dan logis, untuk menghindari jeratan utang atau investasi ilegal.
 
Legal berarti konsumen menggunakan produk yang diatur dan diawasi regulator. Caranya, mengecek entitas penyedia jasa apakah sudah mengantongi izin sesuai kegiatan investasi. Sedangkan logis artinya tidak mudah terpengaruh siapa pun.
 
"Konsumen harus menggunakan akal sehat dan menyandingkan hasil investasi dengan instrumen lainnya," kata Agus.
 
Dalam menggunakan pinjaman online, konsumen diimbau hanya mengakses jasa fintech resmi yang terdaftar di OJK. Bagaimana cara mengeceknya?
 
Konsumen juga harus selalu cek legalitas lewat nomor kontak 157 atau WhatsApp 081157157157. OJK bersama Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal memburu jasa pinjaman online ilegal atau rentenir online yang berpotensi melanggar pidana.

2. Payung hukum

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan perlu payung hukum setara dengan undang-undang untuk memperkuat pemberantasan pinjaman online ilegal.
 
"Kami berharap ada peraturan yang mengatur bahwa hanya pinjaman online berizin yang boleh beroperasi,” ujar Kuseryansyah.
 
Koordinator Pengendalian Data Pribadi Kominfo Rajmatha Devi menyebut perlindungan data pribadi konsumen pinjaman online sangat penting. Cara yang dapat dilakukan konsumen untuk melindungi data pribadi yaitu hanya mengunduh aplikasi dari tempat resmi.
 
Konsumen juga harus mempelajari permintaan akses dari aplikasi yang diunduh, terutama terkait dengan akses kepada data pribadi.
 
"Konsumen harus meningkatkan kesadaran keamanan berinternet. Bijaksana dalam memberikan informasi atau data pribadi di internet. Kenali lingkungan sekitar ketika berinteraksi di internet dan pahami dengan siapa konsumen dalam berkomunikasi," terang Devi.
 
(RUL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif