Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

PermataBank Catat Pendapatan Operasional Tumbuh 20,4%

Ekonomi bank permata
Antara • 30 Oktober 2020 08:30
Jakarta: PermataBank mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp2,6 triliun atau naik 20,4 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan III-2020. Kondisi itu karena dukungan posisi permodalan yang sangat kuat dan likuiditas yang terjaga optimal.
 
Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah menyatakan pencapaian ini merupakan upaya bank untuk mempertahankan kinerja yang solid dan terjaga meski terjadi perlambatan ekonomi. PermataBank tetap optimistis terhadap kinerja di kuartal III-2020 yang terjaga solid di tengah hantaman krisis keuangan global akibat pandemi
 
"Merupakan usaha PermataBank dalam mempertahankan pembukuan laba usaha, kualitas aset yang tetap terkendali, menjaga likuiditas secara optimal, dan posisi permodalan yang sangat kuat," katanya, dikutip dari Antara, Jumat, 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan itu dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8,6 persen dan pendapatan non-bunga sebesar 9,0 persen (yoy). Pencapaian ini juga diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (NIM) menjadi 4,4 persen, atau meningkat dari 4,2 persen dari periode yang sama 2019.
 
"Disiplin dalam manajemen biaya operasional yang didukung dengan penerapan teknologi digitalisasi dalam transaksi perbankan telah membantu bank untuk terus meningkatkan rasio efisiensi yang berkelanjutan," kata Ridha.
 
Sementara itu, tambah dia, Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 59,8 persen, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 63,6 persen. Kondisi itu sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi digital PermataBank selama 2020 seiring dengan tingginya kegiatan nasabah di dalam rumah selama masa New Normal.
 
Peningkatan layanan digital itu terlihat dari pertumbuhan volume transaksi mobile banking sebesar 69 persen dan Application Programming Interface (API) sebesar 400 persen yang lebih tinggi dibandingkan volume transaksi sepanjang 2019.
 
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak covid-19, PermataBank juga telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp1,86 triliun pada triwulan III-2020.
 
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat sedikit meningkat ke level 3,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,3 persen, dengan NPL net yang terjaga pada level 1,5 persen dibandingkan posisi September 2019 sebesar 1,2 persen.
 
"Bank melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan kredit NPL dan pertumbuhan kredit good book," kata Ridha.
 
Posisi likuiditas Bank terjaga dengan baik dibuktikan dengan rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) optimum sebesar 74,5 persen di September 2020 dan rasio CASA tercatat sebesar 50,8 persen, meningkat 103 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Ridha menambahkan total dana simpanan masyarakat tumbuh sebesar 11,1 persen (yoy), dengan kontribusi terbesar dari pertumbuhan produk Giro sebesar 18,3 persen, diikuti oleh tabungan dan Deposito masing-masing 8,2 persen dan 8,9 persen (yoy).
 
"Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang sulit PermataBank masih dipercaya oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan dan mengelola operasional bisnis serta kebutuhan likuiditasnya dengan baik," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif