Ketua DK-OJK Wimboh Santoso. FOTO: OJK
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso. FOTO: OJK

OJK Berupaya Ciptakan Integrasi Ekosistem bagi UMKM

Ekonomi OJK Perbankan bca UMKM UMKM Indonesia
Husen Miftahudin • 16 April 2021 08:01
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan saat ini pemulihan ekonomi domestik menjadi fokus utama pemerintah. Hal tersebut sejalan dengan upaya untuk menurunkan tingkat penyebaran covid-19.
 
"Keberhasilan percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi ini membutuhkan terobosan-terobosan yang extraordinary dan adaptif, terutama melalui implementasi akselerasi transformasi digital," ungkap Wimboh dalam konferensi pers virtual BCA UMKM Fest, Kamis, 15 April 2021.
 
Menurutnya, terobosan-terobosan yang extraordinary dan adaptif sangat dibutuhkan untuk mengungkit UMKM sebagai segmen yang paling terdampak pandemi covid-19. Padahal, UMKM merupakan soko guru perekonomian nasional karena memiliki multiplier effect yang tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk itu, dukungan terhadap UMKM senantiasa menjadi salah satu fokus kebijakan OJK. Termasuk upaya yang tengah dilakukan OJK dalam menciptakan ekosistem digital bagi UMKM yang terintegrasi dari hulu sampai hilir," ucapnya.
 
Terkait hal tersebut, Wimboh menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menyelenggarakan acara BCA UMKM Fest. Acara ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM untuk bisa segera bangkit dari pandemi.
 
"Semoga acara ini dapat memotivasi pelaku UMKM untuk terus berproduktif, inovatif, sehingga mampu menciptakan produk-produk kebanggaan bangsa serta berdaya saing di pasar internasional," harap Wimboh.
 
BCA UMKM Fest merupakan kegiatan virtual yang diikuti ribuan pelaku UMKM tanah air dengan lebih dari 18 ribu produk unggulan. BCA UMKM Fest dilaksanakan mulai 16 April hingga 8 Mei 2021 di laman umkmfest.bca.co.id.
 
Selain memberikan tempat untuk memasarkan produk unggulannya melalui platform digital, BCA UMKM Fest juga memberikan pendampingan melalui beragam webinar, mentoring, hingga sesi business matching yang membuka akses pasar bagi pegiat UMKM untuk melakukan ekspor.
 
Untuk business matching, BCA bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, International Trade Promotion Center, dan Bank Koresponden yang ada di berbagai negara untuk menghadirkan calon buyer yang berasal dari 30 negara.
 
"Saat ini 80 seller BCA siap untuk ekspor, nantinya para UMKM yang siap ekspor akan melakukan pertemuan dan diskusi bisnis dalam sesi tersebut. Tak hanya itu, dalam webinar dengan topik UMKM siap ekspor, para peserta akan mendapatkan edukasi dan pelatihan sebagai bekal menjadi eksportir andal dari narasumber kredibel," urai Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
 
Selain memberikan nilai tambah bagi merchant peserta, pegiat UMKM, dan pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 18 ribu produk unggulan dari 1.700 merchant peserta. Di antaranya ada lebih dari 7.500 produk food and beverage, 5.800 produk fesyen, 1.500 produk hobby, 1.300 produk kesehatan dan kecantikan, 400 produk aksesoris dan perhiasan.
 
"Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan potongan harga, program lelang, dan subsidi ongkir (ongkos kirim)," pungkas Jahja.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif