OJK mendorong inklusi keuangan mencapai 90% di 2024. Foto: Dok.MI
OJK mendorong inklusi keuangan mencapai 90% di 2024. Foto: Dok.MI

Cara OJK Dorong Inklusi Keuangan Capai 90% di 2024

Ekonomi OJK UMKM inklusi keuangan
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2020 15:32
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus pada perluasan kemudahan akses layanan keuangan masyarakat untuk mencapai target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024. Saat ini tingkat inklusi keuangan nasional baru berada di level 76,2 persen dan belum merata, sebab akses keuangan di wilayah perkotaan masih lebih tinggi daripada wilayah pedesaan.
 
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan demi mewujudkan target tersebut, OJK saat ini sedang menjalankan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan seperti program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Agama (Kemenag).
 
"Serta menerbitkan Buku Literasi Keuangan tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk menanamkan budaya menabung sejak dini," ujar Sekar dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekar melanjutkan bahwa OJK juga telah menginisiasi generic model program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) untuk membuka akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bersinergi dengan pemerintah daerah maupun industri jasa keuangan.
 
"Ke depan, OJK akan terus mendorong pengembangan produk dan kualitas layanan berbasis digital agar akses keuangan terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
 
Setidaknya ada tiga alasan pentingnya inklusi keuangan yang terus ditingkatkan OJK. Pertama, inklusi keuangan berkolerasi dengan pertumbuhan ekonomi. Artinya, bila akses keuangan meluas, maka akan dapat mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat.
 
Kedua, mendorong proses pemulihan ekonomi. Inklusi keuangan dapat berperan sebagai enabler kelancaran pembiayaan financial support bagi seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha.
 
Ketiga, berperan pada stabilitas ekonomi masyarakat. Inklusi keuangan dapat mendukung resiliensi atau ketahanan ekonomi masyarakat dalam berbagai situasi dan kondisi.
 
"Peningkatan kemampuan keuangan dan keterampilan pengelolaan keuangan yang solid dan mumpuni akan membantu masyarakat dan pelaku usaha, terutama segmen UMKM, bertahan dalam menghadapi tekanan ekonomi dan menungkinkan mereka untuk lebih bersiap diri dalam menavigasi krisis keuangan yang sedang dan akan dihadapi," tutup Sekar.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif