Ilustrasi pergerakan aset kripto - - Foto: dok KBI
Ilustrasi pergerakan aset kripto - - Foto: dok KBI

Kripto Unjuk Gigi, Ini Faktornya!

Ekonomi Bitcoin suku bunga The Fed cryptocurrency Aset Kripto
Husen Miftahudin • 10 Januari 2022 17:51
Jakarta: Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan bitcoin, ethereum, dan aset kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya kembali menguat hari ini. Penguatan ini disebabkan investor bertaruh mengenai data inflasi Amerika Serikat (AS) hingga meningkatnya ketegangan di Kazakhstan.
 
"Meningkatnya ketegangan di Kazakhstan sebagai salah satu penghasil tambang Bitcoin terbesar kedua dunia juga jadi faktor kenaikan aset kripto hari ini," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Senin, 10 Januari 2022.
 
Selain terpengaruh dari potensi pengetatan kebijakan moneter The Fed, pasar kripto di sisi lain juga terlihat masih lemah karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun yang kembali menguat. Bahkan nyaris menyentuh 1,8 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gerak yield memiliki korelasi negatif terhadap aset safe haven. Jika yield naik, maka harga aset safe haven akan turun dan berlaku sebaliknya," tuturnya.
 
Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan membuat investor cenderung melirik ke aset berpendapatan tetap seperti obligasi pemerintah, karena imbal hasilnya akan ikut terkerek dan investor cenderung meninggalkan aset berisiko seperti kripto dan saham.
 
"Selain itu, Kazakhstan memanas akibat aksi protes dan kerusuhan. Sejak kekerasan pecah pada Selasa, 4 Januari 2022, hingga Kamis, 6 Januari 2022, puluhan orang tewas dan 1.000 luka-luka," jelas dia.
 
Situasi ini sempat membuat terganggunya aktivitas keuangan warga. Bank Nasional Kazakhstan bahkan menghentikan semua operasional organisasi perbankan dan ATM di negara tersebut akibat dimatikannya jaringan internet oleh pemerintah pusat. Kondisi ini berpengaruh terhadap penambangan Bitcoin.

 
Protes anti-pemerintah di Kazakhstan, yang awalnya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, akan mempengaruhi jaringan bitcoin. Negara Asia Tengah itu adalah pusat penambangan bitcoin terbesar kedua di dunia. Pemerintah Kazakhstan akhir tahun lalu juga mulai menindak beberapa penambang, karena khawatir proses intensif energi menggunakan terlalu banyak daya.
 
"Kripto kemungkinan akan menutup beberapa kerugian dalam minggu ini, karena kemungkinan komentar hawkish Powell dan meningkatnya inflasi AS dan ketidakpastian Kazakhstan akibat demonstrasi yang berdarah," jelas Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih menambahkan.
 
Dalam sepekan terakhir, mayoritas kripto utama big cap masih membukukan koreksi hingga belasan persen. Bahkan, kapitalisasi pasar Bitcoin terus menyusut, dimana saat ini sudah mencapai USD791 miliar, makin menjauhi rekor yang pernah dicetaknya pada November 2021 lalu yang mencapai USD1,3 triliun.
 
Melansir data CoinMarketCap per pukul 09.00 WIB, hanya koin digital (token) berjenis stablecoin dan Cardano yang diperdagangkan di zona merah pada hari ini. Cardano melemah 1,57 persen ke level harga USD1,17 per koin atau setara dengan Rp16.731 persen koin.
 
Sementara sisanya masih menghijau pada hari ini. Bitcoin naik tipis 0,07 persen ke level harga USD41.786,94 per koin atau setara dengan Rp597,55 juta per koin. Ethereum menguat 1,3 persen ke level USD3.147,45 per koin atau Rp45,01 juta per koin dan Terra melesat 6,28 persen ke USD72,18 per koin atau setara Rp1,03 juta per koin.

 
Dalam perdagangan sore ini, ethereum di platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB melemah di harga USD3.161,35 atau naik 1,72 persen dengan volume transaksi sebesar USD12,20 miliar dengan kapitalisasi pasar USD376,80 miliar.
 
"Sedangkan untuk perdagangan besok, ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran USD3.140,30 hingga USD3.210,50," pungkas David.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif