Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pegadaian Optimistis Cetak Untung hingga Akhir 2020

Ekonomi pegadaian
Suci Sedya Utami • 15 Mei 2020 07:53
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) meyakini masih akan meraih untung atau mencetak laba bersih hingga akhir tahun kendati dihantui serangan covid-19. Keyakinan itu muncul meski Pegadaian memperkirakan perolehan laba di akhir tahun tidak akan sesuai dengan target yang sudah dibuat.
 
Tahun ini Pegadaian menargetkan laba bersih dalam Rancangan Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)sebesar Rp3,48 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp3,1 triliun.
 
Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo mengatakan hingga kuartal I realisasi laba Pegadaian masih mencatatkan angka positif sejalan dengan target dalam RKAP sebesar Rp866 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, hingga akhir Maret realisasinya sebesar Rp850 miliar, naik dibanding posisi di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp799 miliar. "Sampai Maret masih on the track. Sampai akhir tahun kalau enggak ada korona bisa lah tercapai," kata Amoeng, dalam virtual conference, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Ia mengatakan dengan hitungan normal, perusahaan pelat gadai pelat merah ini masih akan mencatat laba bersih sebesar 75 persen dari target. Artinya, masih akan positif. "Proyeksi sampai akhir tahun dengan catatan hitungan normal itu sombongnya 75 persen, artinya enggak sampai negatif," ujar dia.
 
Sebab, ia bilang, Pegadaian masih dibutuhkan oleh masyarakat. Perkiraan jika pandemi berkepanjangan, masyarakat yang awalnya bukan nasabah akan datang ke kantor-kantor Pegadaian untuk menggadaikan barangnya. Namun bukan berarti Amoeng berharap pandemi akan berlama-lama.
 
"Saat ini (pandemi) masih tiga bulan, nanti enam bulan masyarakat yang tadinya enggak ingin gadai pasti datang gadai emas misalnya karena sudah tidak punya uang. Tapi saya enggak berharap demikian, nanti disangka menikmati penderitaan orang lain," ujar dia.
 
Dirinya menjelaskan perkiraan tersebut melihat kinerja yang masih positif hingga Maret. Pendapatan usaha hingga bulan ketiga tercatat sebesar Rp5,03 triliun, melebihi target kuartal I di RKAP sebesar Rp4,86 triliun.
 
Bahkan hingga April, bisnis gadai pun masih tercatat positif. Hal tersebut terlihat dari penyaluran pembiayaan dari produk gadai hingga April 2020 sebesar Rp39 triliun. Penyaluran tersebut naik 15,91 persen dibandingkan pada April tahun lalu yang sebesar Rp34 triliun.
 
"Tapi jangan tanya Mei bagaimana, Mei pasti hancur. Bisnis di non-gadai sudah pasti turun. Itu menggerus," pungkas dia.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif