Bank Indonesia (BI). Foto: dok. BI
Bank Indonesia (BI). Foto: dok. BI

Bauran Kebijakan BI 2022, Jaga Stabilitas dan Dorong Pemulihan Ekonomi

Ekonomi Bank Indonesia kebijakan fiskal Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 20 Januari 2022 15:48
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut, bauran kebijakan tahun ini, yakni kebijakan moneter akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas. Sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau, tetap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter pada 2022 akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus untuk memitigasi dampak rentetan global dari normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
 
"Memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental ekonomi dan mekanisme pasar," kata dia dalam video conference, Kamis, 20 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut, BI akan melakukan normalisasi kebijakan likuiditas dengan tetap memastikan kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN, dengan masih tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang saat ini sebesar 35,12 persen.
 
Lebih lanjut, BI akan memperkuat kebijakan makroprudensial akomodatif pada 2022 untuk meningkatkan kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha guna mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap turut menjaga stabilitas sistem keuangan melalui berbagai kebijakan.
 
"Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi khususnya dari sisi konsumsi Rumah Tangga serta percepatan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien," ungkapnya.
 
Kemudian, akselerasi pendalaman pasar valas terhadap Rupiah dalam rangka mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, serta perluasan instrumen lindung nilai (hedging), dan fasilitasi perdagangan-investasi antarnegara berupa reformasi pengaturan pasar valuta asing dan perluasan penggunaan Local Currency Settlement (LCS ).
 
BI juga memperkuat kebijakan ekonomi-keuangan inklusif dan hijau terutama dari sisi dunia usaha untuk mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui program pengembangan UMKM dan pemberdayaan Perorangan Berpenghasilan Rendah untuk mendorong UMKM dan usaha syariah naik kelas, serta melalui penguatan kebijakan dan kelembagaan hijau Bank Indonesia untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
 
"Memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan lembaga internasional lain, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta bersama Kementerian Keuangan menyukseskan enam agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 pada 2022," pungkas dia.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif