Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI

BI Prediksi Penjualan Riil Kuartal I-2021 Masih Terkontraksi

Ekonomi Bank Indonesia Ritel Ekonomi Indonesia
Husen Miftahudin • 11 Mei 2021 15:47
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada kuartal I-2021 sedikit membaik meski masih dalam fase kontraksi. Indeks Penjualan Eceran kuartal I-2021 diprakirakan sedikit membaik menjadi sebesar minus 16,3 persen (yoy) dari negatif 16,8 persen (yoy).
 
Indikasi peningkatan kinerja penjualan eceran pada kuartal I-2021 terutama dilatarbelakangi oleh peningkatan penjualan kelompok barang lainnya termasuk subkelompok Sandang serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

 
"Persiapan bulan Ramadan diindikasi menjadi salah satu faktor pendorong pada kuartal laporan, meski pertumbuhan tertahan karena penerapan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di area Jawa-Bali yang diperluas ke lima daerah," jelas hasil survei tersebut yang diungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Selasa, 11 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Maret 2021, hampir seluruh kota cakupan survei mencatat peningkatan secara bulanan. Kota Semarang (termasuk Purwokerto) mencatatkan kinerja penjualan eceran bulanan yang tumbuh tinggi sebesar 24,5 persen (mtm) dari sebelumnya negatif 7,9 persen (mtm) di Februari 2021.
 
Kota lain yang mencatatkan peningkatan kinerja yang cukup besar antara lain Banjarmasin dan Manado masing-masing sebesar 8,1 persen (mtm) dan 14,2 persen (mtm), sebelumnya tumbuh masing-masing sebesar minus 12,1 persen (mtm) dan minus 2,2 persen (mtm). Sementara itu, Jakarta mengalami perlambatan meski masih tumbuh positif sebesar 0,7 persen (mtm).
 
Secara tahunan, penjualan eceran di sebagian besar kota cakupan survei pada Maret 2021 membaik meski masih terkontraksi. Dari sepuluh kota yang disurvei, Kota Manado dan Banjarmasin mencatatkan pertumbuhan penjualan eceran tahunan yang positif dan meningkat masing-masing sebesar 92,0 persen (yoy) dan 31,8 persen (yoy).
 
Sementara itu, Surabaya juga masih tumbuh positif sebesar 5,0 persen (mtm) meskipun sedikit melambat. Secara bulanan peningkatan juga diprakirakan terjadi hampir di seluruh kota kecuali Jakarta yang sedikit melambat sebesar 0,7 persen (mtm).
 
"Hampir seluruh kota mengalami pertumbuhan positif kecuali bandung sebesar minus 0,2 persen (mtm) meskipun relatif membaik dari negatif 2,2 persen (mtm) pada bulan sebelumnya," papar Erwin.
 
Pada April 2021, penjualan eceran secara tahunan diprakirakan meningkat hampir di seluruh kota. Secara tahunan, penjualan eceran tertinggi diprakirakan terjadi di Surabaya dan Banjarmasin masing-masing sebesar 53,8 persen (yoy) dan 35,2 persen (yoy).
 
Selain kedua tersebut, hampir seluruh kota diprakirakan mengalami peningkatan penjualan eceran, kecuali di Manado yang meskipun masih tumbuh positif namun melambat sebesar 5,0 persen (yoy).
 
"Sementara itu secara bulanan, hampir seluruh kota diprakirakan masih tumbuh positif meskipun di beberapa kota cenderung melambat seperti di Semarang, Makassar, dan Denpasar. Dari sepuluh kota target survei, hanya Manado yang diprakirakan mengalami penurunan sebesar minus 5,9 persen (mtm)," pungkas Erwin.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif