BEI. Foto : Medcom/Angga.
BEI. Foto : Medcom/Angga.

BEI: Merger Gojek-Tokopedia Bisa Beri Efek Ganda bagi Industri

Ekonomi BEI tokopedia GoTo
Annisa ayu artanti • 18 Mei 2021 14:35
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik hasil merger Gojek dan Tokopedia yaitu Grup GoTo. Hasil merger kedua perusahaan tersebut diharapkan dapat memberi efek ganda bagi industri keseluruhan.
 
"Kami menyambut baik pengumuman merger antara Gojek dan Tokopedia dengan harapan hal tersebut akan memberikan manfaat yang luas, baik kepada perusahaan dan industri baik pada tingkat nasional maupun global," kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Adapun hasil merger Gojek dan Tokopedia diklaim sebagai grup teknologi terbesar di Indonesia yang menjadi ekosistem andalan masyarakat dengan menyediakan berbagai solusi untuk menjalani keseharian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil merger dua perusahaan teknologi tersebut mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan.
 
Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin GoTo sebagai CEO Group, dengan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sedangkan, Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.
 
Selain tanggung jawab di tingkat grup, Andre juga akan terus memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang dinamakan GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay serta layanan keuangan dan solusi bisnis mitra usaha.
 
Grup GoTo juga mengklaim memiliki Total Gross Transaction Value (GTV) secara Grup lebih dari USD22 miliar pada tahun 2020 dan lebih dari 1,8 miliar transaksi pada 2020.
 
Data lainnya diklaim GoTo, ada lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020 serta lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020.
 
Mereka juga mengklaim memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU) dan berkontribusi sebesar dua persen kepada total PDB Indonesia.
 
Namun terkait rencana IPO, Nyoman mengakui pihak bursa belum menerima dokumen permohonan pencatatan dari Gojek, Tokopedia, maupun entitas baru hasil merger kedua perusahaan.
 
"Sampai dengan saat ini, kami belum menerima dokumen permohonan pencatatan baik dari Gojek, Tokopedia ataupun entitas gabungan Gojek-Tokopedia," ucapnya.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif