Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean

BI Kembali Tahan Bunga Acuan di 4,0%

Ekonomi Bank Indonesia suku bunga Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 17 September 2020 14:52
Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di level 4,0 persen untuk periode September 2020. Dengan keputusan ini, maka bank sentral telah menahan dua kali suku bunga acuan di level 4,0 persen.
 
"Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis, 17 September 2020.
 
Selain menahan suku bunga acuan, RDG Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16-17 September 2020 ini juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility di level 3,25 persen, suku bunga lending facility juga tetap di level 4,75 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Bank Indonesia menekankan jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19. Termasuk dukungan bank sentral kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
 
Bank Indonesia, tegas Perry, akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ucap Perry.
 
Dalam RDG periode Agustus 2020 sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,0 persen. Keputusan ini sebagai langkah bank sentral dalam mempercepat pemulihan ekonomi domestik karena perlambatan imbas meluasnya dampak pandemi covid-19.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif