Ilustrasi (Foto: The Cheaper Insurance)
Ilustrasi (Foto: The Cheaper Insurance)

TIps Sukses Berasuransi

Ekonomi Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 10 Agustus 2020 15:24
Jakarta: Memiliki asuransi menjadi sangat penting. Terutama dalam situasi ketidakpastian pada masa pandemi covid-19. Asuransi bisa menjadi penolong pada masa sulit seperti saat ini.
 
Sebelum memutuskan memilih asuransi, kita harus selektif dan aktif mencari informasi. Salah satunya melalui agen asuransi.
 
Namun, sebagian orang merasa kurang nyaman berhadapan dengan agen asuransi. Ada yang langsung menolak mentah-mentah karena meragukan kredibilitas agen asuransi tersebut. Ada juga yang justru bingung karena informasi yang disampaikan agen asuransi kurang dapat dipahami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nah, supaya tidak bingung dan dapat menentukan pilihan secara obyektif, Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie memberikan beberapa tips ketika berhadapan dengan agen asuransi.

1. Agen Asuransi Harus Punya Lisensi

Jeffrey menganjurkan agar Anda menanyakan apakah agen asuransi yang ditemui sudah mempunyai lisensi. Adanya lisensi menjadi bukti kredibilitas agen.

2. Informasi yang Disampaikan Mudah Dipahami

"Kita bisa mengerti tidak sih ketika agen menerangkan produk. Kadang-kadang kita tidak paham karena dia juga tidak mengerti. Ketika Anda berikan pertanyaan, apakah jawaban yang diberikan sudah sesuai seputar ruang lingkup produk," kata Jeffrey pada acara IG Live Metro TV bertema Sukses Berasuransi, Kamis, 6 Agustus 2020.

3. Tak Menjual Janji Kosong

Dalam hal ini, Jeffrey mencontohkan agen tidak memberikan suatu janji yang besar sekali.
 
"Agen tidak berikan informasi provokatif. Misalnya, menjanjikan return yang besar sekali. Itu ngecap," katanya.

4. Tidak Minta Memalsukan Data

Ketika ada agen asuransi yang meminta memalsukan data, kredibilitas agen tersebut patut dipertanyakan.
 
"Contoh, ketika agen menanyakan berat badan Anda. Katakan 70-an. Namun dia (agen) mengatakan, ya sudah isi 60-an saja ya pak. Nah, itu sudah tidak benar," ujar Jeffrey.

5. Konfirmasi via Call Center

Jeffrey menegaskan, jika kita masih ragu, jangan sungkan untuk menanyakan via call center. Dalam hal ini, call center Manulife Indonesia (021) 2555 7777, untuk memastikan bahwa agen yang baru saja ditemui benar-benar terdaftar.
 
TIps Sukses Berasuransi
(Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. Foto: Metro TV)

Kapan Waktu yang Tepat Memiliki Asuransi?

Setelah mengatasi menghadapi agen asuransi, sekarang yang menjadi pertanyaan, kapan waktu yang tepat untuk memiliki asuransi? Jeffrey menegaskan, sekarang juga.
 
Semakin cepat memiliki asuransi, semakin besar juga manfaat yang diperoleh. Sebab asuransi merupakan investasi jangka panjang. Sekalipun orang tersebut sudah berusia 50 tahun.
 
"Selalu dikatakan lebih baik telat dibandingkan tidak ada," tutur Jeffrey.
 
Jeffrey kembali menegaskan pentingnya memiliki asuransi, terutama pada masa pandemi covid-19 yang serba tidak terduga. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan jatuh sakit.
 
"Jika kita sudah tahu besok akan sakit, ya bisa saja kan kita baru beli asuransi sekarang. Cuman kita tidak tahu kapan. Sekarang juga kalau ke rumah sakit juga ditanya, mau bayar sendiri, atau asuransi. Sudah jadi SOP," tuturnya.
 
Selain itu, Jeffrey juga mengingatkan agar calon nasabah memilih produk asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Banyak nasabah karena tidak mampu mengukur kemampuan finansialnya tidak mampu membayar premi. Hal ini yang membuat seorang nasabah kerap tidak bertahan lama menggunakan asuransi.

Nasabah Manulife Indonesia Diberi Kemudahan

Manulife Indonesia juga memahami masa sulit yang dialami nasabah selama pandemi covid-19. Mungkin ada yang terkena PHK dan pendapatan dipangkas, sehingga memengaruhi dalam kemampuan membayar premi.
 
Dalam hal ini, Manulife Indonesia memberikan keringanan melalui beberapa pilihan. Bagi nasabah yang biasanya membayar premi secara tahunan, bisa diubah menjadi setengah tahun. Nanti, pembayaran sisanya akan dilanjutkan setelah masa pemulihan.
 
Jika masih menemui kesulitan juga, ada pilihan pembayaran premi selama tiga bulan. Pilihan selanjutnya ada pembayaran secara bulanan. Meskipun pembayaran berkurang, namun proteksi tetap berjalan.
 
"Langsung hubungi agen asuransinya (untuk mengurus proses perubahan). Mereka (agen) sudah tahu solusinya gimana. Selain agen, bisa juga melalui call center, atau bisa mengunjungi website kami," ujar Jeffrey.
 
Untuk diketahui, Manulife Indonesia telah membayar klaim sebesar Rp22 miliar terhadap nasabah yang berkaitan dengan dengan covid-19 sejak awal pandemi covid-19. Diharapkan kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi semakin tinggi di tengah situasi tak terduga ini.
 
(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif