Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

OJK Bisa Percepat Merger Bank Sakit Lewat Perppu

Ekonomi ojk perbankan Virus Korona
Husen Miftahudin • 06 April 2020 06:45
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat kewenangan untuk mempercepat proses restrukturisasi dan menggabungkan (merger) bank-bank bermasalah dalam periode kurang dari sembilan bulan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan dalam aturan ini regulator bisa melakukan antisipasi lebih awal terhadap bank-bank yang mulai 'sakit' akibat terinfeksi virus korona. Sebab dalam kondisi normal penggabungan bank akan berjalan lama.
 
"Ini supaya OJK lebih preemptive dengan memergerkan lembaga keuangan termasuk bank yang tidak dalam kondisi normal. Kalau dalam kondisi normal ini (merger) terlalu lama, sehingga kita punya hak untuk mengurangi dampak negatif," ujar Wimboh dalam telekonferensi di Jakarta, Minggu sore, 5 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun demikian Wimboh menyatakan aturan ini tidak akan serta merta diterapkan begitu saja. Ada serangkaian proses yang harus dilakukan agar tidak terjadi moral hazard. Sehingga dalam pelaksanaannya akan dilakukan secara ketat termasuk dalam pengawasannya.
 
Tahapan tersebut ialah dengan meminta bank sentral lebih akomodatif serta meminta intervensi dari pemilik bank atau pemegang saham pengendali. "Kalau yang pertama tidak bisa, buffer keduanya dari pemilik atau perusahaan induk yang lakukan solusi, kami minta bikin business plan. Ini solusi sebelum otoritas lakukan merger. Jadi merger ini langkah terakhir, supaya tidak berlarut-larut dan mudah-mudahan tidak perlu dilakukan," bebernya.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menegaskan tanpa covid-19 regulator juga telah mendorong para perbankan untuk melakukan merger. Hal itu perlu dilakukan agar bank menjadi lebih efisien dan berdaya saing.
 
Apalagi, sebutnya, dengan kondisi penuh tantangan akibat pandemi covid-19 seperti saat ini. Pasalnya jika banyak nasabah menunda pembayaran ke bank karena bisnisnya terganggu, maka akan berdampak pada arus kas bank tersebut.
 
"Dalam situasi seperti ini, bank sehat pun bisa demam, batuk-batuk. Sehingga kita menyiapkan Perppu kalau ada bank seperti itu kita bisa melakukan penyehatan lebih awal supaya tidak membuat bank-bak yang lainnya menjadi demam," tutup Heru.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif