Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Asosiasi MI Terus Kaji Anggota yang Tersangkut Kasus Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Annisa ayu artanti • 29 Juni 2020 17:10
Jakarta: Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Edward Lubis terus melakukan pengkajian dan pembahasan mengenai 13 Manajer Investasi (MI) yang menjadi tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
"Dalam keseharian kami di asosiasi membantu OJK dalam sharing info, peningkatan kompetensi, komunikasi dan advokasi anggota kami," kata Ketua Asosiasi AMII Edward Lubis kepada Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.
 
AMII, katanya, belum akan mengeluarkan Manajer Investasi yang terlibat kasus tersebut dalam keanggotaan asosiasi. Sebab, pihaknya masih akan membantu anggota dalam menangani kasus ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Justru sebagai asosiasi kami coba bantu para anggota tersebut karena belum tentu sepenuhnya mereka bersalah," ucapnya.
 
Ia melanjutkan bahwa AMII juga akan membantu mengomunikasikan kasus tersebut kepada publik dan investor reksa dana.
 
Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono sebelumnya mengungkapkan belasan manajer investasi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang diperoleh dalam pengembangan penyidikan.
 
Penetapan status tersangka untuk 13 manajer investasi itu karena temuan dugaan aliran dana, baik dari Jiwasraya maupun enam terdakwa yang sedang diadili.
 
"Dari 13 korporasi kerugiannya diduga sekitar Rp12,157 triliun. Kerugian ini merupakan bagian dari penghitungan kerugian negara yang sudah dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp16,81 triliun," beber Hari.
 
Hingga hari ini, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan 13 manajer investasi itu masih beroperasi. Hal tersebut lantaran belum adanya perintah penghentian operasional oleh Kejagung.
 
"Sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung," ujar Anto.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif