Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Produk Asuransi Unit Link Bermasalah Diminta Ditindak

Ekonomi asuransi investasi DPR RI
Husen Miftahudin • 21 Oktober 2021 22:11
Jakarta: Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat untuk menindak produk asuransi bermasalah. Hal ini setelah ia menerima keluhan dan aduan dari masyarakat terkait maraknya kasus kerugian investasi nasabah produk asuransi unit link.
 
"Saya fikir, dalam persoalan ini, nasabah tidak bisa disalahkan 100 persen dan pihak perusahaan asuransi juga tidak bisa dibenarkan 100 persen," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Ia menambahkan, dalam prakteknya penyampaian produk asuransi unit link oleh agen marketing asuransi hanya terfokus pada penyampaian ilustrasi hasil investasi yang menggiurkan. Dengan begini, tidak sedikit nasabah yang merasa terkelabui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia meminta aparat mendalami persoalan yang sudah banyak masyarakat dirugikan. Bila perlu, kata dia, aparat berwenang mengambil tindakan tegas guna membantu masyarakat agar dana nasabahnya tersebut dapat dikembalikan, sebagaimana mestinya.
 
Lebih lanjut, Sufmi Dasco menjelaskan, persoalan yang kerap muncul adalah para agen asuransi yang menawarkan produk unit link seringkali hanya menggunakakan ilustrasi dengan asumsi hasil investasi yang tinggi.
 
"Jadi, pada saat ditawarkan oleh agen marketing yang ditekankan adalah ilustrasi keuntungan dari investasi, lalu tanda tangan ilustrasi dan membayar, kemudian barulah polis asuransi datang. Nah, polis itu selain tulisannya kecil-kecil dan dokumennya banyak, jadi tidak di baca lagi, karena kan ilustrasinya sudah dijelaskan dan juga sudah ditandatangani," jelas dia.
 
Dalam prakteknya diketahui produk asuransi yang dianggap asuransi hari tua atau asuransi kesehatan, ternyata bukan asuransi, tetapi diinvestasikan. Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar segera membuat aturan teknis yang lebih komperhensif dan ketat terkait dengan hal tersebut.
 
"Secara keseluruhan perkembangan unit link ini luar biasa. Apa yang diperlukan? Adanya regulasi teknis yang mengatur secara lebih komperhensif dan ketat guna menjamin kepastian hukum dan kepentingan bersama, baik itu perusahaan asuransi maupun nasabah atau pemegang polis," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif