Ilustrasi IPO.. oto : Medcom/Angga.
Ilustrasi IPO.. oto : Medcom/Angga.

BEBS Resmi IPO, Saham Melonjak 35%

Ekonomi Saham BEI ipo
Annisa ayu artanti • 10 Maret 2021 10:13
Jakarta: PT Berkah Beton Sadaya Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten kesembilan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di 2021.
 
Perusahaan yang bergerak di bidang industri pendukung infrastruktur yang memproduksi beton readymix dan precast tersebut melepas dua miliar saham atau setara 22,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham perdana Rp100 per saham.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, Rabu, 10 Maret 2021, saham emiten berkode BEBS tersebut melesat 35 persen atau 35 poin ke level Rp135 per saham. Saham BEBS ditransaksikan sebanyak empat kali dengan volume 18,4 ribu saham dan total transaksi Rp2,48 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan melantainya perseroan di bursa merupakan langkah awal. Selanjutnya, bursa berharap perseroan dapat merealisasikan rencana ke depan dengan profit yang telah dihimpun.
 
Lalu, menghasilkan kinerja operasional dan keuangan yang menarik. Kemudian, selalu mengikuti kemajuan teknologi serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan operasional
 
"Semoga sukses menjadi capital market ekosistem. Memulai journey sebagai perusahaan yang high class," kata Nyoman.
 
Sementara Direktur Utama BEBS Hasan Muldhani mengatakan langkah perseroan untuk masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan perseroan.
 
Menurutnya, pembangunan infrastruktur beberapa tahun kedepan masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Perusahaan pun menilai industri manufaktur beton readymix dan precast memiliki prospek usaha yang sangat baik. Namun, dengan besarnya potensi pasar tersebut dapat dipastikan persaingan antar pemain di industri beton readymix dan precast juga akan semakin ketat.
 
"Oleh karena itu, perseroan menyiapkan strategi-strategi yang komprehensif yang diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar perusahaan di industri konstruksi nasional, salah satunya dengan menjadi perusahan terbuka," jelas Hasan.
 
Lebih lanjut, Hasan menuturkan rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut sekitar 53,67 persen akan digunakan untuk pembelian satu bidang tanah seluas 74.045 meter persegi dengan nilai transaksi Rp103 miliar. Sisanya sebesar 46,33 persen dari dana IPO akan digunakan untuk belanja modal.
 
Perseroan berencana akan melakukan rencana ekspansi usaha di beberapa daerah yaitu Subang, Jawa Barat; Kalimantan Tengah; dan Sulawesi Tengah.
 
"Pembangunan pabrik di Kalimantan dan Sulawesi merupakan strategi perseroan untuk pengembangan ekspansi usaha dimana pertimbangan adalah lokasi pabrik dekat dengan lokasi bahan baku batu split dan pasir yang dimiliki oleh entitas anak," pungkasnya.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif