BNI. Foto : MI.
BNI. Foto : MI.

BNI Telah Restrukturisasi Rp122 Triliun

Ekonomi bni Perbankan Kredit pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 27 Oktober 2020 15:37
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat sudah menyalurkan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak pandemi sebesar Rp122 triliun.
 
Mengutip keterangan tertulis yang diperoleh Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020, angka tersebut merupakan capaian restrukturisasi hingga 30 September 2020 dan setara dengan 22 persen dari total pinjaman yang diberikan.
 
Adapun seluruh restrukturisasi tersebut diberikan kepada 170.591 debitur yang mayoritas adalah debitur sektor perdagangan, restoran, dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, manajemen BNI juga mendukung upaya pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui optimalisasi penempatan dana dari pemerintah dalam bentuk penyaluran pinjaman modal kerja pada pelaku usaha yang berorientasi ekspor, padat karya, dan ketahanan pangan.
 
Pada tahap pertama, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp5 triliun, kemudian pada 24 September 2020, pemerintah kembali memberikan tambahan penempatan sebesar Rp2,5 triliun.
 
Tujuan dari penempatan dana ini diharapkan akan menambah daya ungkit penyaluran kredit oleh perseroan hingga tiga kali lipat.
 
Hingga 20 Oktober 2020, BNI telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp21,1 triliun, yang mayoritas disalurkan pada segmen kecil terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
 
Hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp15,05 triliun dan disalurkan untuk 170.569 debitur. KUR BNI tersebut tersalurkan pada berbagai sektor ekonomi, antara lain ke sektor pertanian sebesar Rp3,95 triliun, sektor perdagangan Rp7,37 triliun, sektor jasa usaha Rp2,44 triliun, serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp1,08 triliun.
 
"Pemberian restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja ini kami harapkan dapat meningkatkan ketahanan bisnis debitur di tengah krisis akibat pandemi covid-19. Harapannya, saat covid-19 dapat ditanggulangi, bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik," kata manajemen.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif