Ilustrasi tips keuangan - - Foto: dok Shutterstock
Ilustrasi tips keuangan - - Foto: dok Shutterstock

Penting Nih! Simak Tips Mengelola Pemasukan dari OJK

Ekonomi OJK tips keuangan pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 12 Januari 2021 12:35
Jakarta: Di tengah melambatnya perekonomian imbas pandemi covid-19, pengelolaan keuangan menjadi penting untuk dilakukan. Selain bisa berhemat, mengelola keuangan dengan cara yang tepat juga dapat membuat seseorang bisa menyisihkan uangnya untuk berinvestasi, menabung, hingga beramal dan berdonasi.
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memberikan lima tips mengelola pemasukan agar pengelolaan keuangan individu menjadi lebih baik. Dirangkum dari instagram resmi OJK @ojkindonesia, Selasa, 12 Januari 2021, berikut tips-tips mengelola pemasukan:
 
1. Anggarkan Pemasukan dalam Beberapa Pos

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak semua pemasukan yang didapatkan bisa digunakan secara acak. Coba mulai atur pemasukan yang diperoleh ke dalam beberapa pos dengan rumus 40:30:20:10.
 
Untuk pos biaya hidup, anggarkan pemasukan sebanyak 40 persen. Kemudian, bagi anggaran tersebut untuk bisa memenuhi selama satu bulan atau empat pekan. Artinya, setiap pekan anggaran yang diperlukan sebanyak 10 persen.
 
Selain itu, tempatkan 30 persen pemasukan pada cicilan dan tagihan. Lalu 20 persen untuk investasi dan tabungan, serta 10 persen untuk amal dan berdonasi.
 
"Namun ingat, kamu harus konsisten terhadap diri kamu untuk tidak mengusik pos lain jika anggaran dalam satu pos habis di tengah bulan. Pembagian pos juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan."
 
2. Bagi Anggaran dalam Beberapa Pos Setiap Awal Bulan
 
Hindari membagi anggaran di pertengahan bulan atau bahkan di akhir bulan. Baiknya, setiap mendapatkan notifikasi bahwa gaji sudah masuk ke rekening, segerakan membaginya ke dalam beberapa pos sehingga nominal pastinya sudah didapatkan di awal bulan sebelum gaji kami berkurang.
 
"Jangan menyisakan gaji, tapi yang harus dilakukan adalah menyisihkan gaji. Lakukan hal ini setiap bulannya agar menjadi kebiasaan yang baik," tutur OJK.
 
3. Buat Daftar Kebutuhan Bulanan
 
Walau setiap pos sudah mendapatkan anggaran masing-masing, agar pemasukan yang diperoleh tetap dapat digunakan sesuai koridornya, buatlah daftar kebutuhan yang sesuai dengan pos yang telah dibuat. Misalnya, kebutuhan biaya hidup yang dibagi kembali menjadi kebutuhan makan dan minum, transportasi, kuota internet, dan lain-lain.
 
Hal ini diperlukan agar kami dapat mengetahui nominal pasti pada setiap pos yang akan dihabiskan dalam satu bulannya. Jika terdapat sisa anggaran pada beberapa pos, segera masukkan ke dalam tabungan.
 
4. Buka Dua Rekening yang Berbeda
 
Sangat penting bagi seseorang untuk memiliki minimal dua rekening yang berbeda. Rekening pertama bisa digunakan untuk menyimpan biaya kebutuhan sehari-hari.
 
Sedangkan rekening kedua dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dana tabungan dan investasi yang akan dialokasikan ke beberapa instrumen. Khusus rekening yang kamu pakai untuk menabung, pilih yang biaya administrasinya rendah.
 
5. Catat Seluruh Pengeluaran Bulanan
 
Jika sudah tiba di akhir bulan, saatnya melakukan pencatatan terhadap seluruh pengeluaran bulanan. Dengan melakukan hal ini, kami dapat memantau pengeluaran yang dikeluarkan, apakah telah sesuai dengan rencana yang dibuat pada awal bulan atau tidak.
 
"Adanya catatan pengeluaran bulanan juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap pola belanja kamu. Sehingga kamu dapat mengetahui jenis-jenis pengeluaran yang dilakukan termasuk dalam kategori kebutuhan atau hanya sekadar keinginan," pungkas OJK.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif