Foto: Ilustrasi Medcom.id.
Foto: Ilustrasi Medcom.id.

Fintech Tawarkan Pinjaman Online via SMS, Siap-siap Dicabut Izinnya

Ekonomi OJK Fintech Pinjaman Online
Despian Nurhidayat • 01 Oktober 2020 06:44
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan bertindak tegas kepada pelaku fintech peer-to-peer (P2P) lending yang melakukan penawaran pinjaman online melalui short message system (SMS) dan mengganggu masyarakat.
 
Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta mengatakan tak tanggung-tanggung, sanki pencabutan izin bisa saja dilakukan OJK untuk memberikan hukuman kepada pelaku fintech tersebut.
 
Menurutnya, saat ini OJK memang sering mendapatkan aduan terkait dengan penawaran fintech melalui SMS tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami punya cyber pattern, bagaimana yang melanggar (peraturan) akan kami kenakan sanki pembinaan mulai dari teguran sampai pencabutan izin," ungkapnya dalam acara musyawarah nasional Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (Munas AFPI) secara daring, Rabu, 30 September 2020.
 
Tris menjelaskan aturan mengenai larangan melakukan pemasaran di jaringan pribadi dalam hal ini SMS sudah tertuang dalam Pasal 43 POJK 77, yang tertulis penyedia fintech dilarang melakukan penawaran di jaringan pribadi, termasuk nomor handphone tanpa persetujuan.
 
Tak hanya itu saja, OJK mengaku akan berkerja sama dengan penyedia provider jaringan seluler terkait larangan dan juga penyaringan SMS berupa penawaran pinjaman online tersebut.
 
"Kami sedang koordinasi dengan provider penyelenggara komunikasi. Kami bisa koordinasi bagaimana mitigasi penawaran SMS. Ke depan bisa saja atas kerja sama provider SMS akan ditahan dibatasi bahkan dilarang," pungkas Tris.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif