Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

4 Tantangan Berinvestasi di 2022

Ekonomi investasi The Fed krisis energi tips berinvestasi Tapering
Ade Hapsari Lestarini • 24 Januari 2022 07:13
Jakarta: Indonesia diperkirakan masih akan mengarungi 2022 dengan ketidakpastian, terutama di bidang investasi.
 
Menurut prediksi Research Analyst Ternak Uang, Veren Geby Salim, setidaknya ada empat tantangan berinvestasi yang akan menemani para investor di sepanjang 2022. Berikut ulasannya:

Risiko kenaikan kasus covid-19 dan variannya

Di tengah kasus covid-19 global yang kembali meningkat, Indonesia justru melandai dan berhasil melewati puncak pandemi gelombang kedua. Meskipun jumlah kasus positif korona di Indonesia mengalami penurunan, masyarakat tetap perlu berhati-hati dengan perkembangan varian Omicron.
 
Belum redanya badai pandemi di Tanah Air, Veren mengingatkan agar pelaku investasi untuk menjalankan bisnisnya sesuai dengan aturan pemerintah.

Krisis energi dan inflasi global

Krisis energi diperkirakan masih akan menerjang Tiongkok hingga Eropa pada 2022. Imbasnya bahkan menimbulkan inflasi di Amerika Serikat hingga mencapai enam persen, dengan implikasi yang akan terasa hingga ke Indonesia.

Tapering off The Fed

Kenapa inflasi Amerika Serikat akan berpengaruh ke Indonesia? Veren mengatakan, ketika inflasi tinggi, suku bunga ikut meningkat dan akan berpengaruh pada penurunan demand, sehingga menimbulkan gejolak keuangan di negara-negara emerging market, seperti Indonesia. Meski demikian, pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia 2022 bisa tumbuh 5-6 persen, atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya 3,5-4 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tentunya, untuk mencapai target tersebut tidak mudah, tanggung jawab ada di masyarakat Indonesia. Dengan adanya pemulihan ekonomi, maka akan ada kenaikan inflasi dari 2,5-3,5 persen dan suku bunga di kisaran 3,75-4 persen.
 
"Dari kacamata investor, ketika ada indikator kenaikan suku bunga, ada peluang investasi yang bisa kita lirik, yaitu pasar uang. Kenapa? Karena sebagian besar instrumen di pasar uang itu investasinya di time deposit, dan dengan kenaikan deposit investor maka akan naik juga nilai investasinya," sambung Veren.
 
Veren juga mengingatkan, berkaca pada volatilitas 2021 yang sudah tinggi, maka pasar uang bisa menjadi pelabuhan saat market tidak kondusif lagi akibat covid-19.

Perubahan iklim

Perubahan lingkungan, terutama perubahan iklim, tanpa disadari bisa memberi dampak pada ekonomi dunia dan akhirnya berpengaruh pada hasil investasi. Maka dari itu, dampak perubahan iklim terhadap pengembalian investasi bergantung pada tiga hal utama, yakni output ekonomi akibat kenaikan suhu, biaya upaya mitigasi, dan kerugian aset terlantar (stranded asset).
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif