Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Tren Rupiah Sepekan Melemah

Ekonomi kurs rupiah Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Angga Bratadharma • 30 Mei 2020 11:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepanjang pekan ini terlihat bergerak ke arah zona merah meski sempat menguat. Meski demikian, mata uang Garuda mampu stabil dari gempuran mata uang Paman Sam, di tengah kian membengkaknya jumlah orang yang postif covid-19 di Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Bloomberg, Sabtu, 30 Mei 2020, nilai tukar rupiah di awal pekan pada Selasa, 26 Mei berada di level Rp14.755 per USD. Sedangkan Rabu, 27 Mei, mata uang Garuda berada di level Rp14.710 per USD. Kemudian Kamis, 28 Mei, nilai tukar rupiah ada di posisi Rp14.715 per USD dan Jumat, 29 Mei, berada di level Rp14.723 per USD.
 
Di sisi lain kurs dolar Amerika Serikat anjlok di akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna sejumlah data ekonomi. Di sisi lain, kian meluasnya orang yang positif terinfeksi covid-19 di AS masih memberikan katalis negatif yang menekan pergerakan bisnis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sabtu, 30 Mei 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,06 persen pada 98,3271. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1102 dibandingkan dengan USD1,1089 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2327 dibandingkan dengan USD1,2340 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6664 dibandingkan dengan USD0,6658. Dolar AS membeli 107,79 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9617 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9634 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3777 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3760 dolar Kanada.
 
Pergerakan dolar AS terjadi setelah data menunjukkan pengeluaran konsumen AS mengalami rekor penurunan pada April di tengah dampak dari pandemi covid-19. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pengeluaran konsumen AS jatuh sebanyak 13,6 persen pada April setelah terkoreksi 6,9 persen pada Maret.
 
Sedangkan ekonom yang disurvei memperkirakan belanja konsumen akan anjlok 12,6 persen pada April. Beberapa data yang dirilis akhir-akhir ini menunjukkan pandemi telah melumpuhkan perekonomian terbesar di dunia. Meski demikian, Pemerintah AS terus berupaya menjaga agar kejatuhan tidak kian dalam.
 
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS tercatat 2,123 juta pada minggu yang berakhir 23 Mei. Selama 10 minggu terakhir, lebih dari 40 juta orang Amerika telah mengajukan asuransi pengangguran.
 
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena Wall Street mencermati serangkaian data ekonomi yang dirilis. Di sisi lain, pandemi covid-19 yang belum kunjung selesai masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif