NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Tahan Pelemahan Rupiah, BI Sempurnakan Ketentuan Transaksi DNDF

Ekonomi bank indonesia virus corona
Husen Miftahudin • 23 Maret 2020 12:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyempurnakan ketentuan yang mengatur tentang Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menahan laju pelemahan rupiah.
 
Penyempurnaan ketentuan transaksi DNDF ini sebagai tindak lanjut atas keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dalam mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah dalam negeri (vostro) bagi investor asing sebagai underlying transaksi dalam transaksi DNDF.
 
Penyempurnaan ketentuan tersebut berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/2/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/10/PBI/2018 tentang Transaksi DNDF (PBI DNDF). Beleid anyar ini berlaku efektif sejak 19 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penerbitan PBI ini adalah untuk menahan laju permintaan terhadap USD dengan melakukan perluasan jenis underlying transaksi bagi investor asing sehingga dapat memberikan alternatif dalam rangka lindung nilai atas kepemilikan rupiah," tulis BI mengutip keterangan tertulis melalui laman resminya, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.
 
Penyempurnaan ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas bagi investor asing yang tetap menginginkan currency exposure namun enggan memiliki Surat Berharga Negara (SBN) dan saham domestik akibat ketidakstabilan pasar. Dengan ini, maka investor asing tersebut tetap dapat melakukan lindung nilai (hedging) melalui DNDF sembari menunggu pasar stabil untuk kembali melakukan re-investasi.
 
"Hal ini diakomodir melalui penggunaan rekening vostro rupiah milik investor asing untuk digunakan sebagai underlying transaksi beli DNDF USD/IDR."
 
Adapun penyempurnaan ketentuan ini meliputi penambahan underlying transaksi DNDF berupa rekening rupiah yang dimiliki asing berupa tabungan, giro, deposito, untuk tujuan investasi, untuk menampung hasil investasi, dan/atau untuk tujuan lainnya.
 
Ketentuan baru ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk mendukung upaya mitigasi risiko penyebaran virus korona atau covid-19, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan, serta mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.
 
"Dengan melakukan perluasan jenis underlying transaksi bagi investor asing, dapat memberikan alternatif dalam rangka lindung nilai atas kepemilikan rupiah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas bagi investor asing dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," jelas BI.
 
Langkah ini merupakan salah satu kebijakan triple intervention yang dilakukan oleh Bank Indonesia agar nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar. Apalagi, mata uang Garuda terus tertekan dan kini sudah menyentuh Rp16.500 per USD.
 
Pada pukul 11.20 WIB, Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.550 per USD atau ambles 3,70 persen (minus 590 poin) dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp15.960 per USD.
 
Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) hari ini, rupiah berada di level Rp16.608 per USD. Sementara berdasarkan Yahoo Finance nilai tukar rupiah di level Rp16.269 per USD.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif