Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

IHSG Pagi Dibuka Ambruk, 199 Saham Nyangkut di Area Negatif

Angga Bratadharma • 04 Juli 2022 09:22
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi atau di awal pekan dibuka kian melemah seiring minimnya katalis positif baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Para investor perlu waspada tapi di sisi lain tetap harus cermat mencari saham terdiskon untuk diakumulasi.
 
IHSG Senin, 4 Juli 2022, perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi 6.782 dengan level tertinggi di 6.784 dan terendah di 6.734. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 1,003 miliar lembar saham senilai Rp660 miliar. Sebanyak 145 saham menguat, sebanyak 199 saham melemah, dan sebanyak 202 saham stagnan.
 
Sebelumnya, saham-saham di Wall Street bangkit kembali ke penutupan yang lebih tinggi dalam perdagangan ringan pada Jumat waktu setempat lalu (Sabtu pagi WIB). Hal itu karena investor memulai paruh kedua tahun ini menjelang liburan panjang akhir pekan 14 Juli di Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 321,83 poin atau 1,05 persen, menjadi 31.097,26 poin. Indeks S&P 500 bertambah 39,95 poin atau 1,06 persen, menjadi 3.825,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 99,11 poin atau 0,90 persen, menjadi 11.127,85 poin.
Baca: Jerman Dukung Penghentian Penjualan Mobil Berbahan Bakar Fosil Uni Eropa di 2035

Semua 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi di zona hijau, dengan sektor utilitas menikmati persentase kenaikan terbesar. Ketiga indeks saham utama AS membalikkan kerugian awal menjadi berakhir dengan baik ke wilayah positif setelah pasar saham paruh pertama terburuk dalam beberapa dekade. Namun, ketiga indeks membukukan kerugian untuk minggu ini.
 
"Kami menuju liburan akhir pekan dan mengadakan reli bantuan di akhir hari. Tapi kita mungkin harus menunggu sampai investor kembali dari liburan akhir pekan untuk melihat apakah itu berkelanjutan pada awal kuartal baru," kata Kepala Investasi NovaPoint Joseph Sroka, di Atlanta.

Pelaku pasar sekarang melihat ke musim laporan laba perusahaan kuartal kedua, laporan ketenagakerjaan Juni Departemen Tenaga Kerja, dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) diharapkan nanti pada Juli.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif