Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.

Capai Rp358 Triliun, Bos OJK: Dana di Pasar Modal Tahun Ini Lebih Tinggi dari Bank

Ekonomi OJK Perbankan BEI Pasar Modal Pasar Saham
Husen Miftahudin • 30 Desember 2021 22:36
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bangga dengan pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang 2021 yang banyak mencetak rekor dan sejarah. Salah satunya, penghimpunan dana di pasar modal yang mencapai Rp358,2 triliun.
 
Wimboh bilang, jumlah penghimpunan dana di pasar modal tersebut merupakan capaian tertinggi dalam sejarah di Indonesia. Bahkan, jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan pembiayaan industri perbankan yang sepanjang tahun ini tidak sampai Rp300 triliun.
 
"Ada Rp300 triliun lebih raising fund di pasar modal, ini (tertinggi) dalam sejarah di Indonesia dalam setahun. Bahkan juga ini lebih tinggi dari pembiayaan di perbankan yang enggak sampai Rp300 triliun tahun ini," ujar Wimboh dalam Penutupan Perdagangan BEI 2021, Kamis, 30 Desember 2021.

Emisi efek di pasar modal

OJK mencatat nilai emisi efek di pasar modal Indonesia meningkat 201,95 persen, dari Rp118,7 triliun di 2020 menjadi Rp358,42 triliun di 2021. Adapun jumlah investor pasar modal Indonesia pada tahun ini bertambah 3,6 juta investor, sehingga jumlahnya menjadi 7,48 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah the best di ASEAN. Bukan hanya indeksnya, tapi juga investornya mencapai tujuh juta. Ini juga (terbesar) dalam sejarah Indonesia. Luar biasa," ucap Wimboh.
 
Ia menuturkan kenaikan penghimpunan dana dan jumlah investor pasar modal pada 2021 ini terjadi karena merebaknya pandemi covid-19. Karena terhambatnya liburan dan belanja, maka banyak masyarakat yang mempercayakan dananya di pasar modal.
 
"Ini terjadi karena blessing dalam masa pandemi. Orang-orang belanjanya berkurang, sehingga banyak dimasukkan di pasar modal. Kemudian digitalisasi juga mendukung itu semua, sehingga investor ritelnya masuk tujuh juta," jelas dia.
 
Karena itu, tegas Wimboh, Otoritas Jasa Keuangan akan terus meneguhkan komitmennya untuk meningkatkan integritas pasar modal dengan berbagai kewenangan yang dimiliki otoritas dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pasar modal dan juga meningkatkan likuiditas.
 
"Kita harus bersama, baik pemangku kepentingan, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan seluruh pengusaha, sehingga kita bisa bersama-sama untuk membawa pasar modal kita ini integritasnya tinggi dan juga likuiditasnya cukup," pungkas Wimboh.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif