Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: MI/RAMDANI
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: MI/RAMDANI

PPA-BPKH-Bank Muamalat Berkolaborasi Dukung Penguatan Perbankan Syariah

Ekonomi Perbankan Syariah bank muamalat Kementerian BUMN
Angga Bratadharma • 16 September 2021 10:59
Jakarta: PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) dengan dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham melakukan pengelolaan aset berkualitas rendah milik PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Langkah itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan salah satu pilar bisnis PPA.
 
Atas hal tersebut, PPA bersama Bank Muamalat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA). Seremoni penandatanganan MRA dilakukan antara Dirut PPA Yadi Jaya Ruchandi, Anggota Badan Pelaksana BPKH A Iskandar Zulkarnain, dan Dirut Bank Muamalat Achmad K Permana yang disaksikan langsung Menteri BUMN Erick Thohir.
 
MRA ini mengatur dan mendokumentasikan keseluruhan tahapan maupun rangkaian transaksi dalam rangka pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat terkait penguatan permodalan Bank Muamalat. MRA juga mengatur hubungan hukum yang menjadi dasar pelaksanaan transaksi yang akan dilakukan secara terpisah di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu antara lain penerbitan dan pembelian instrumen berbasis syariah (sukuk), dan perjanjian pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
 
Erick mengatakan kerja sama ini merupakan amanah dari Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin yang menginginkan Bank Muamalat sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Erick mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak terkait yang mendukung terwujudnya langkah awal dari kerja sama syariah dimaksud.
 
"Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan percaya bahwa Bank Muamalat bisa bertransformasi menjadi bank yang dicita-citakan oleh umat, dan tentu kami sangat terbuka untuk terus menjadi bagian dari Bank Muamalat, misalnya, untuk sharing expertise dan benchmarking," kata Erick, dilansir dari keterangannya, Kamis, 16 September 2021.
 
"Bagaimana Bank Syariah Indonesia (BSI) yang kita miliki dan Bank Muamalat dapat berjalan seiring," tambah Erick.
 
Erick berharap kerja sama dalam ekosistem ekonomi syariah tidak berhenti sampai di situ. Pasalnya, masih ada target ke depan yang ingin dicapai. "Kami juga punya mimpi yang sedang dijajaki dan siapa tahu berjodoh, bahwa kami sedang mencari kesempatan untuk berinvestasi dalam pembangunan rumah haji di Mekah yang selama ini belum kami miliki," jelasnya.
 
"Selama ini, kita terus membuka pembicaraan dan mudah-mudahan kita, Kementerian BUMN dan BPKH bisa berjalan seiring. Insya Allah kerja sama ini berlanjut tidak hanya hari ini, tetapi di masa-masa yang akan datang," ucap Erick.
 
Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan rencana pengembangan kegiatan investasi PPA untuk menjadi National Asset Management Company (NAMCO). "Terima kasih atas dukungan Menteri BUMN untuk dapat menjalankan perannya sebagai pengelola aset berkualitas rendah Bank Muamalat," ucapnya.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar perbankan syariah Indonesia di 2020 baru mencapai 6,51 persen sehingga masih memiliki ruang yang luas untuk bertumbuh di masa depan. Sebagai bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan sinergi antara Bank Muamalat, BPKH, dan PPA merupakan bagian dari upaya penguatan struktur permodalan Bank Muamalat dengan cara pengelolaan aset pembiayaan. Dirinya berterima kasih atas dukungan seluruh pihak, termasuk OJK selaku regulator dan Kementerian BUMN.
 
"Insya Allah, Bank Muamalat ke depan dapat bertumbuh dengan model bisnis yang lebih baik lagi sebagai salah satu lokomotif industri perbankan syariah dan memajukan pelayanan ibadah haji di Indonesia," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif