Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Kabar Baik! Emas Antam Konsisten Menguat Pekan Ini

Ekonomi Harga Emas Antam Berita Menarik Ekonomi Sepekan Berita Terpopuler Ekonomi
Angga Bratadharma • 13 Februari 2021 14:04
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terpantau menguat, tetapi masih belum berhasil menembus level psikologis di atas Rp1 juta per gram. Emas Antam mampu mempertahankan pesonanya di tengah upaya gencar pemerintah memulihkan perekonomian Indonesia.
 
Mengutip Logam Mulia Antam, Sabtu, 13 Februari 2021, harga emas Antam di awal pekan atau tepatnya Senin, 8 Februari, berada di posisi Rp940 ribu per gram. Lalu pada Selasa, 9 Februari, menguat ke posisi Rp943 ribu per gram. Kemudian pada Rabu, 10 Februari, harga emas Antam kembali naik ke level Rp945 ribu per gram.
 
Sedangkan pada Kamis, 11 Februari, harga emas Antam bergerak stabil atau tidak berubah di level Rp945 ribu per gram. Sementara pada Jumat, perdagangan emas diliburkan memperingati Tahun Baru Imlek. Emas Antam terus berupaya kembali ke level Rp1 juta per gram tapi minimnya katalis positif membuat target tersebut belum tercapai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, emas dunia merosot lagi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Emas tertekan penguatan dolar dan investor melanjutkan aksi jual mereka setelah kenaikan empat hari beruntun menjelang liburan akhir pekan tiga hari.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, turun USD3,6 atau 0,2 persen menjadi USD1.823,20 per ons, namun naik 0,6 persen untuk minggu ini. Sehari sebelumnya, Kamis, 11 Februari, emas berjangka anjlok USD15,9 atau 0,86 persen menjadi USD1.826,80.
 
Emas berjangka terangkat USD5,2 atau 0,28 persen menjadi USD1.842,70 pada Rabu, 10 Februari. Sebelumnya menguat USD3,3 atau 0,18 persen menjadi USD1.837,50 pada Selasa, 9 Februari. Serta melonjak USD21,2 atau 1,17 persen menjadi USD1.834,20 pada Senin, 8 Februari.
 
Dolar menguat sekitar 0,1 persen, terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas yang dihargakan dalam mata uang AS kurang menarik, karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Emas juga berada di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi AS masih mendekati level tertinggi sejak Maret 2020.
 
"Latar belakang makro tetap mendukung, dengan harga emas kemungkinan akan melanjutkan tren naiknya dalam beberapa pekan mendatang karena ekspektasi kami untuk dolar melemah lebih lanjut di samping imbal hasil riil tetap rendah atau negatif," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.
 
"Fokus pasar tetap pada ukuran dan waktu dari stimulus fiskal AS, ekspektasi inflasi dan kemajuan peluncuran vaksin," tambahnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif