Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok OJK
Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok OJK

OJK: Layanan Urun Dana Bisa Menggaet Generasi Muda

Ekonomi OJK BEI pasar modal
Husen Miftahudin • 05 Januari 2021 11:38
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso resmi meluncurkan produk Penawaran Efek melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi atau Securities Crowdfunding (SCF). Produk ini diresmikan bersamaan dengan pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021.
 
Menurut Wimboh, kehadiran SCF akan berperan untuk meningkatkan pendalaman pasar modal di masyarakat karena memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah, dan murah. Sehingga bisa menggaet generasi muda dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum bankable untuk mengembangkan usahanya, khususnya UKM mitra pemerintah.
 
"Ke depan dengan berkolaborasi dengan pemerintah, SCF akan menyediakan pendanaan bagi UKM penyedia barang dan jasa pemerintah yang potensinya cukup besar. Saat ini pengadaan elektronik pemerintah yang melibatkan UKM tercatat sekitar Rp74 triliun dengan melibatkan sekitar 160 ribu UKM," ungkap Wimboh dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi OJK, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding) disebutkan bahwa regulasi ini memberikan kemudahan bagi UKM untuk berpartisipasi dalam memanfaatkan industri pasar modal, yakni dengan memperluas efek yang ditawarkan selain bersifat ekuitas (saham) juga bisa efek bersifat utang dan atau Sukuk.
 
Selain itu, juga memperluas kriteria penerbit (issuer) dari yang sebelumnya adalah badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sekarang boleh berbadan hukum koperasi, maupun yang tidak berbadan hukum seperti Persekutuan Perdata, Firma, atau Persekutuan Komanditer.
 
Untuk membangun dan mengawasi perkembangan SCF, OJK sudah menetapkan ALUDI sebagai asosiasi layanan urun dana untuk menjaga ekosistem industri layanan urun dana yang sehat dengan merumuskan code of conduct dan melakukan pengawasan implementasi dan menertibkan anggotanya.
 
Selain melalui SCF, untuk meningkatkan kepercayaan investor, tahun ini OJK akan mengimplementasikan Dana Kompensasi Kerugian Investor (Disgorgement Fund) yang merupakan upaya OJK untuk melindungi hak investor yang dirugikan.

 
"Di samping itu, OJK juga mendukung kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan memberikan ruang yang lebih luas dalam pengembangan pasar modal baik jumlah investor yang akan masuk maupun dukungan investasi melalui penggalangan dana melalui pasar modal," pungkas Wimboh.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif