Ilustrasi PT Merck Tbk - - Foto: dok MI
Ilustrasi PT Merck Tbk - - Foto: dok MI

Merck Indonesia Tebar Dividen Rp54,65 Miliar

Ekonomi Emiten setoran dividen RUPST merck
Annisa ayu artanti • 16 Juni 2021 16:47
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Merck Tbk memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp54,65 miliar atau setara dengan Rp122 per saham untuk tahun buku 2020.

"Tadi pagi RUPST sudah menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2020 yaitu Rp122 per saham atau ditotal Rp54,6 miliar," kata Corporate Secretary Merck Melisa Sandrianti dalam public expose virtual, Rabu, 16 Juni 2021.
 
Perseroan tercatat masih membukukan kinerja yang positif pada 2020. Penghasilan komprehensif perseroan meningkat satu persen dari Rp76 miliar di 2019 menjadi Rp77 miliar pada 2020.
 
Sementara itu, total aset, liabilitas dan ekuitas tercatat mencapai Rp930 miliar, Rp317 miliar, dan Rp613 miliar. Masing-masing naik tiga persen dari tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan untuk rasio lancar tercatat 2,55, liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,52, liabilitas terhadap aset sebesar 0,34. Serta, rasio profitabilitas juga mampu dijaga dengan marjin laba kotor 44,86 persen, ROA 7,73 persen, dan ROE 11,74 persen.
 
Direktur Keuangan Merck Bambang Nurcahyo menjelaskan, selama tahun lalu Merck fokus memprioritaskan untuk menjaga keselamatan karyawan dan keluarga. Merck mengoptimalkan infrastruktur digital yang dibangun selama tiga tahun terakhir untuk menjalankan roda bisnisnya.

 
Upaya yang dilakukan perseroan tersebut berdampak pada kinerja perusahaan, yakni meskipun total pendapatan menurun sekitar 12 persen di 2020 perusahaan tetap mampu mempertahankan laba agar tidak turun drastis yakni hanya turun delapan persen.
 
"Jadi walaupun kinerja pendapatan turun 12 persen secara total namun laba itu turun hanya delapan persen, atau penurunan laba tersebut lebih kecil daripada penurunan pendapatan," jelas Bambang.
 
Bambang juga menjelaskan, jika dimasukkan unsur penghasilan komprehensif, laba yang dibukukan perusahaan pada tahun lalu datang dari revaluasi atas benefit plan dari karyawan, sehingga perusahaan mendapatkan penghasilan komprehensif meningkat satu persen.
 
"Kenapa terjadi revaluasi, itu karena ada perubahan asumsi yang mana mempengaruhi perhitungan aktuaria," jelas Bambang.
 
Adapun pada perdagangan hari ini saham emiten berkode (MERK) dibuka cukup positif. Seharian ini saham MERK naik 50 poin atau 1,48 persen ke posisi Rp3.420 per saham. Saham Merk ditransaksikan sebanyak 123 kali dengan nilai transaksi Rp643 juta. 

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif