CEO Citi Indonesia Batara Sianturi -- Foto: MI/ Pradipta Galih
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi -- Foto: MI/ Pradipta Galih

Kredit Citibank Diproyeksi Tumbuh 3% di 2020

Ekonomi Kredit laporan keuangan citi indonesia
Husen Miftahudin • 13 Agustus 2020 16:49
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Citibank N.A. Indonesia Batara Sianturi mengakui profitabilitas perseroan pada tahun ini bakal lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Termasuk penyaluran kredit yang diproyeksi hanya tumbuh tiga persen hingga akhir 2020.
 
"Komitmen kami (untuk pertumbuhan penyaluran kredit) kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tahun ini sebesar tiga persen," ujar Batara dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Hingga semester I-2020, penyaluran kredit Citibank tumbuh sekitar lima persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit di institutional banking sebesar 11 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, consumer banking mengalami penurunan sebanyak 14 persen akibat penurunan retail loan dan kartu kredit seiring meluasnya dampak wabah pandemi covid-19 di Indonesia.
 
Batara mengungkapkan bahwa Citibank berupaya untuk terus menyeimbangkan penyaluran kredit dari lini institutional banking dan consumer banking di enam bulan sisa tahun ini. Dengan begitu, ia optimistis target kredit yang disampaikan ke regulator akan mencapai target.
 
"Secara overall dengan performance yang naik dari Desember 2019 ke akhir Juni 2020 sudah lima persen. Mudah-mudahan kalau tren ini berlanjut terus, berarti komitmen kami kepada OJK untuk pertumbuhan kredit sebesar tiga persen akan tercapai," harapnya.
 
Pada semester pertama 2020, Citibank N.A. Indonesia melaporkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun. Selama periode berjalan Citibank meningkatkan cadangan kerugian kredit, yang mencerminkan penurunan outlook makroekonomi sebagai akibat pandemi covid-19.

 
Namun demikian Citibank tetap mencatatkan kinerja yang positif, termasuk mencatatkan Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) masing-masing sebesar 15,5 persen dan empat persen.
 
Di tengah ketidakpastian ekonomi, Citibank tetap memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan mencatatkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26 persen. Di samping itu, selama semester I-2020, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 8,4 persen menjadi sebesar Rp59 trilliun.
 
Citibank juga memiliki tingkat likuiditas yang sangat baik dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang relatif stabil di angka 78,5 persen serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) masing-masing sebesar 232 persen dan 132 persen. Selain itu, Citibank juga terus menjaga kualitas kredit, dengan bank melaporkan NPL gross dan net masing-masing sebesar 2,5 persen dan 0,3 persen.
 
"Di tengah situasi akibat pandemi ini, kami berkomitmen untuk terus menjaga tingkat likuiditas perusahaan. Saat ini neraca kami memiliki kapasitas untuk terus melayani serta mendukung kebutuhan finansial dari para nasabah kami. Dengan penekanan yang kuat pada manajemen risiko serta keselamatan dan kesehatan para karyawan serta nasabah, kami siap dengan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi serta berkomitmen untuk terus melayani dengan memegang prinsip kehati-hatian," tutup Batara.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif