Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai, dalam sepekan terakhir indeks saham global menunjukkan tanda-tanda penguatan, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai, dalam sepekan terakhir indeks saham global menunjukkan tanda-tanda penguatan, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Pasar Saham Bakal Segera Rebound

Ekonomi ojk pasar saham virus corona
Husen Miftahudin • 05 April 2020 21:00
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengakui dampak merebaknya pandemik virus korona (covid-19) di berbagai belahan dunia menimbulkan sentimen negatif bagi kinerja pasar saham global. Hampir semua negara mengalami penurunan harga saham.
 
Inggris misalnya, harga sahamnya anjlok 28,10 persen secara year to date (ytd). Begitu pula dengan Dow Jones yang minus 26,23 persen, Korea Selatan ambles 21,49 persen, Jepang turun 24,67 persen, Singapura melorot 25,45 persen, Thailand juga jatuh 27,65 persen, Filipina terjerembab hingga 31,58 persen, dan Indonesia yang terjun sebanyak 26,61 persen.
 
"Meskipun fundamental kita yang tadinya cukup bagus, tapi pelan-pelan karena ruang gerak sektor ekonomi dan usaha ini semakin sempit karena dampak covid-19, sehingga lambat laun sektor riil dan sektor keungan kita pasti kena dampak," ujar Wimboh dalam telekonferensi di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, sebutnya, dalam sepekan terakhir indeks saham global menunjukkan tanda-tanda penguatan, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bahkan upaya-upaya yang dilakukan di banyak negara dalam menghalau dampak covid-19 memunculkan secercah harapan untuk terjadi rebound.
 
"Ada tanda-tanda yang relatif agak menggembirakan yang tentunya frekuensinya selama seminggu sudah ada hijau beberapa kali dan juga sudah kelihatan merangkak membaik beberapa hari ini. Ini juga terjadi di seluruh dunia, sudah sedikit merangkak membaik, indeks di berbagai belahan dunia membaik. Ini adalah tanda-tanda bahwa ini sudah mulai akan rebound," harap Wimboh.
 
Meskipun demikian, akselerasi rebound di pasar saham tergantung efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas terkait di masing-masing negara dalam meredam dampak covid-19 terhadap perekonomian. Termasuk bagi pasar saham domestik.
 
"Seberapa cepat masing-masing negara ini akan betul-betul rebound tergantung bagaimana kita memberikan penyangga kepada sektor riil dan sektor keuangan ini untuk tidak terlalu terpengaruh kepada dampak covid-19 ini," ungkap dia.
 
Di Indonesia, pemerintah bersama OJK dan Bank Indonesia terus berjibaku menghalau dampak pandemi covid-19 bagi roda perekonomian. Stimulus fiskal dan moneter disiapkan agar sendi-sendi ekonomi dalam negeri tak mengalami kelumpuhan.
 
Di pasar saham, OJK telah mencabut sementara seluruh aktivitas short selling yang merupakan aksi jual saham tanpa memiliki saham perusahaan terlebih dahulu. "Short selling itu di antaranya para trader menjual di pagi hari dimana tidak punya barangnya, baru beli di sore hari. Ini tidak boleh," tegas Wimboh.
 
OJK juga telah menerapkan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit bila ada penurunan pasar saham sebanyak lima persen. Kemudian memundurkan batas waktu penyampaian laporan keuangan, menutup lebih dini perdagangan, hingga merelaksasi aturan pembelian kembali (buyback) saham oleh emiten tanpa melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu.
 
"Kita sudah menerapkan ini (buyback saham tanpa RUPS), sudah beberapa minggu dan ini sudah ada 60 emiten yang menyampaikan rencana untuk buyback yang jumlahnya secara total Rp17,28 triliun," tutup Wimboh.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif