NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Kasus Korona Meningkat, IHSG Diprediksi Semakin Melemah

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 20 Maret 2020 09:31
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diprediksi masih tertekan. Pemicu utama pelemahan karena semakin tingginya kasus virus korona (covid-19) dari dalam negeri yang harapannya penyebarannya bisa segera ditekan dengan salah satu yang bisa dilakukan ialah masyarakat tidak keluar rumah sesuai imbauan dari pemerintah.
 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan secara teknikal tren pelemahan masih cukup kuat sehingga IHSG diperkirakan melemah dan diperdagangkan di level support 3.940-4.023 dan resistance 4.259-4.412.
 
"Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian perekonomian akibat dampak dari virus korona terutama semakin tingginya kasus dari dalam negeri," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dennies menilai kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak 0,25 persen tidak berpengaruh kepasar saham. Para investor saat ini masih dalam keadaan panik dan terus mencari likuiditas di pasar modal.
 
Dari kondisi itu, Dennies tidak memberikan rekomendasi beli karena menurutnya pasar masih akan melanjutkan pelemahan. "Kondisi market yang masih dangat volatil dan masih ada potensi melanjutkan pelemahan," ucapnya.
 
Senada dengan Dennies, Analis Reliance Sekuritas memprediksi di akhir pekan ini indeks masih akan tertekan. Ia meramal pergerakan indeks akan berada direntang support-resistance 3.950-4.200. "Diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertekan," kata Lanjar.
 
Ia menilai pelemahan terjadi karena kebijakan yang dibuat beberapa negara untuk membendung guncangan bencana yang datang ke ekonomi dari pandemi virus korona terburu-buru sehingga dinilai investor menambah kepanikan. "Investor berbondong-bondong beralih ke uang tunai dan menghancurkan aset berisiko," sebut dia.
 
Namun demikian, ada beberapa saham yang basih bisa dicermati secara teknikal seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif