Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Kuartal I-2020

Adira Finance Bukukan Laba Bersih Rp520 Miliar

Ekonomi adira insurance
Angga Bratadharma • 02 Mei 2020 15:04
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp520 miliar di kuartal I-2020 atau naik 12,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan beban operasional mengalami kenaikan sebesar 7,0 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp969 miliar.
 
Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan dengan kondisi itu rasio ROA da ROE mengalami kenaikan dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya masing-masing menjadi 6,1 persen dan 28,5 persen. Sedangkan NPL naik dari 1,7 persen menjadi 1,8 persen dari piutang yang dikelola di kuartal I-2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Di kuartal I-2020, Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp8,4 trilliun atau turun 11 persen secara tahun ke tahun dibandingkan tahun sebelumnya," kata Hafid, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan ini, lanjutnya, disebabkan melemahnya daya beli konsumen akibat dari penyebaran covid-19, dan penurunan harga komoditas seperti minyak, batu bara, dan CPO. Secara keseluruhan penjualan segmen sepeda motor dan mobil turun, relatif sejalan dengan penurunan industri di sepanjang kuartal I-2020.
 
"Piutang yang dikelola kami berhasil tumbuh sebesar empat persen secara tahun ke tahun menjadi Rp54,7 triliun di tengah lesunya industri otomotif," ucapnya.
 
Piutang sepeda motor tumbuh tujuh persen menjadi Rp26,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan piutang mobil meningkat tipis sebesar dua persen menjadi Rp28,1 triliun. Saat ini, Adira Finance tetap melakukan penyaluran pembiayaan baru walaupun disesuaikan dengan kriteria dan kondisi saat ini.
 
"Kami telah mengambil langkah inisiatif untuk memastikan keselamatan karyawan serta kami juga tetap melanjutkan operasi bisnis," kata Hafid Hadeli.
 
Sedangkan pembiayaan sepeda motor Adira Finance pada kuartal I-2020 turun 13 persen menjadi Rp4,1 triliun dengan segmen motor baru hanya mengalami sedikit penurunan dua persen menjadi Rp3,4 triliun. Honda berkontribusi terbesar dengan komposisi 64 persen dari total pembiayaan sepeda motor.
 
"Sementara Yamaha berkontribusi kedua terbesar dengan komposisi 29 persen dari total pembiayaan," tuturnya.
 
Secara keseluruhan pembiayaan mobil baru turun sebesar 27 persen dari tahun ke tahun menjadi Rp1,7 triliun, akibat dampak dari melemahnya penjualan industri mobil disertai dengan penurunan permintaan dari segmen komoditas. Total pembiayaan komersial turun 36,3 persen menjadi Rp1,0 triliun dan segmen penumpang turun 30,3 persen menjadi Rp1,8 triliun.
 
"Komposisi masing-masing segmen komersial dan segmen penumpang kami adalah 37 persen dan 63 persen di kuartal I-2020," tukasnya.
 
Kinerja keuangan Adira Finance mengalami kenaikan pada kuartal I-2020 seiring pertumbuhan aset pembiayaan. Perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga sebesar 5,5 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp3,1 triliun. Sementara biaya bunga naik 6,4 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp1,2 triliun.
 
"Sehingga pendapatan operasional naik sebesar 8,7 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp2,1 triliun," ucapnya.
 
Lebih lanjut, manajemen Adira Finance mengaku akan lebih berhati-hati dan selektif dalam penyaluran pembiayaan baru dalam menghadapi lingkungan bisnis yang memburuk. Gearing Ratio turun menjadi 3,0 kali dari 3,5 kali di kuartal I-2019, yang jauh lebih rendah dari level OJK yang diatur pada 10 kali.
 
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan total pinjaman eksternal Adira Finance turun empat persen menjadi Rp22,1 triliun di kuartal I-2020. Penurunan total pinjamanan ini dikarenakan turunnya total pinjaman pada obligasi dan sukuk sebesar 10 persen menjadi Rp9,6 triliun atas obligasi dan sukuk yang jatuh tempo.
 
Sementara itu, lanjut Made, total pinjaman bank naik sebesar dua persen menjadi Rp 12,5 triliun yang terdiri dari 33 persen pinjaman dalam negeri, sedangkan 67 persen pinjaman luar negeri. Adira Finance sepenuhnya melakukan lindung nilai atas pinjaman luar negeri baik dalam tingkat bunga pokok maupun tingkat bunga.
 
"Selain itu, kita juga mendapatkan dukungan dari perusahaan induk yaitu Bank Danamon dalam bentuk pembiayaan bersama yang mewakili 44 persen dari piutang yang dikelola hingga Maret 2020," pungkas Made Susila.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif