Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY
Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY

IHSG Perdagangan Pagi Berlayar di Zona Hijau

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Menguat
Angga Bratadharma • 28 Januari 2022 09:21
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau menguat di tengah ambruknya bursa Wall Street. Meski demikian, para investor harus tetap berhati-hati karena potensi pembalikan arah masih ada seiring The Fed bersiap menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.
 
IHSG Jumat, 28 Januari 2022, perdagangan pagi dibuka melonjak ke level 6.618 dengan posisi tertinggi di 6.633 dan terendah di 6.611. Volume perdagangan pagi ini sebanyak 358 miliar lembar saham senilai Rp270 miliar. Sebanyak 207 saham menguat, sebanyak 69 saham melemah, dan sebanyak 201 saham tidak diperdagangkan.
 
Di sisi lain, Wall Street bergerak liar dan melemah pada penutupan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Indeks S&P 500 kembali menghindari konfirmasi koreksi pada akhir sesi yang ditandai oleh reli, aksi jual, dan pemulihan, ketika investor mencerna berita ekonomi positif mulai dari kerusuhan geopolitik hingga prospek Fed yang lebih hawkish.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 7,31 poin atau 0,02 persen menjadi 34.160,78. Indeks S&P 500 kehilangan 23,42 poin atau 0,54 persen menjadi 4.326,51. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 189,34 poin atau 1,4 persen menjadi 13.352,78.
 
Dari 11 sektor utama di Indeks S&P 500, lima sektor berakhir di zona merah, dengan saham-saham consumer discretionary atau konsumer nonprimer mengalami penurunan persentase terbesar. Ketiga indeks utama saham AS berakhir lebih rendah, setelah dikejutkan ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir, ditandai fluktuasi yang luas dan volatilitas yang meningkat.
 
Saham-saham berkapitalisasi kecil mengalami kesulitan, dengan indeks Russell 2000 sekarang lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi 8 November, secara resmi mengonfirmasikan indeks telah berada di pasar bearish sejak saat itu.
 
"Ini adalah pasar yang skizofrenia. Ada orang yang percaya segala sesuatu yang negatif telah diabaikan dan ada orang lain yang percaya, yang terburuk belum datang," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder Tim Ghriskey, di New York.
 
"Ini adalah periode banyak ketidakpastian, sudah seperti ini sepanjang bulan," pungkas Ghriskey.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif