Ilustrasi penyaluran pembiayaan bagi korporasi yang berorientasi ekspor - - Foto: MI/ Atet Dwi Permana
Ilustrasi penyaluran pembiayaan bagi korporasi yang berorientasi ekspor - - Foto: MI/ Atet Dwi Permana

Genjot Penyaluran Kredit, BI Cari Sektor-sektor Produktif Berorientasi Ekspor

Ekonomi Ekspor Bank Indonesia Kredit pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 04 Mei 2021 19:25
Jakarta: Bank Indonesia (BI) gencar mencari sektor-sektor produktif dan berorientasi ekspor yang tengah membutuhkan pembiayaan. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan penyaluran kredit yang saat ini sedang melempem imbas pandemi covid-19.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, berdasarkan survei perbankan yang dilakukan bank sentral, bank-bank nasional masih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman. Sementara dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), pelaku usaha justru menunjukkan geliat perbaikan pada kuartal pertama dan awal kuartal kedua tahun ini.
 
"Artinya dunia usahanya sudah mulai bergerak, khususnya yang terkait dengan kegiatan ekspor. Ini karena dari sisi globalnya sangat positif dan memberikan dorongan, khususnya dari sisi ekspornya," ujar Dody dalam sebuah webinar, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Geliat dunia usaha itu menyebabkan banyak korporasi saat ini memanfaatkan kapasitas yang ada. Mereka masih enggan menambah investasi, namun memanfaatkan kapasitas yang masih ada dan longgar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka sudah mulai memberikan porsi investasi, capex-nya sudah ditingkatkan dari sisi produksi. Kapasitas utilisasi korporasi cenderung sudah mulai meningkat meskipun tentunya ini masih relatif terbatas dan harapannya adalah semakin memberikan positif dari sisi permintaannya," paparnya.
 
Oleh karena itu, penting bagi bank sentral untuk mempertemukan perbankan dan dunia usaha guna meningkatkan penyaluran kredit. Dalam hal ini, Bank Indonesia membantu perbankan dan dunia usaha yang sama-sama mengalami kesulitan dalam meningkatkan kinerja bisnis mereka.
 
"Ini menjadi penting bagaimana kita bisa mempertemukan antara perbankan yang mau mulai lending dengan kegiatan usaha yang sudah mulai membaik. Ini perlu ada semacam jembatan untuk kita bisa memotong asymmetric information, perbankan mau lending tapi tidak tahu ke sektor mana," tutur dia.
 
Dody menyebutkan bahwa prioritas dunia usaha dimaksud adalah yang produktif, berkontribusi kepada ekspor, dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Di sisi lain, sektor prioritas dunia usaha itu membutuhkan pembiayaan di samping insentif fiskal seperti subsidi listrik dan sebagainya.
 
Bank Indonesia bersama pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah memetakan subsektor prioritas dunia usaha. Kata Dody, ada sekitar 21 sampai 38 subsektor yang akan mendapatkan kemudahan pembiayaan.
 
"Ini yang sekarang dilakukan pemantauan oleh pemerintah, oleh kami, dan tentunya akan terus dibantu melalui insentif-insentif yang ada. Ini dipandang menjadi menarik bagi perekonomian kalau pembiayaan ini dilakukan kepada sektor tersebut," pungkas Dody.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif