Ilustrasi PT Pelita Samudera Shipping Tbk - - Foto: dok Pelita
Ilustrasi PT Pelita Samudera Shipping Tbk - - Foto: dok Pelita

Pelita Samudera Shipping Raih Pendapatan Rp747,5 Miliar di Kuartal III

Ekonomi transportasi laut laporan keuangan
Husen Miftahudin • 03 November 2020 12:11
Jakarta: Perusahaan jasa angkutan laut PT Pelita Samudera Shipping Tbk berhasil membukukan pendapatan sebanyak USD51,2 juta atau setara Rp747,5 miliar (kurs Rp14.600 per USD) pada kuartal III-2020. Jumlah tersebut turun tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Presiden Direktur Pelita Samudera Shipping Alex Iriawan Ibarat mengatakan raihan pendapatan tersebut didukung pertumbuhan di segmen bisnis kapal curah besar atau Mother Vessel (MV). Pendapatan emiten pelayaran berkode saham PSSI yang cukup stabil ini sebagian besar disumbang oleh kenaikan volume MV sebesar 49 persen menjadi 1,2 juta metrik ton dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 782 ribu metrik ton.
 
Adapun total pencapaian volume pengangkutan per 30 September 2020 sebesar 18,8 juta metrik ton untuk segmen kapal Tunda dan Tongkang (TNB), Fasilitas Muatan Apung (FLF), dan MV. Pendapatan Sewa Berjangka juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 54 persen menjadi USD10,3 juta dari USD6,7 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tarif angkutan rata-rata juga mengalami peningkatan sebesar 12 persen menjadi USD2,72 per metrik ton di kuartal III-2020 dari USD2,42 per metrik ton di kuartal III-2019," ujar Alex dalam keterangan resminya, Selasa, 3 November 2020.
 
Menurut Alex, emiten perkapalan ini berhasil mengendalikan beban pokok pendapatan yang turun sebesar dua persen menjadi USD40,8 juta dari USD41,6 juta. Perseroan membukukan Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) sebesar USD18,2 juta, sehingga memperkuat EBITDA margin sebesar 37 persen atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 34 persen.
 
"Dengan demikian, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD4,6 juta (Rp67,2 miliar) per 30 September 2020," ungkapnya.
 
Alex melanjutkan, operasional perusahaan di kuartal III-2020 berhasil lebih baik kendati di tengah pandemi covid-19 dengan pencapaian komposisi kontrak jangka panjang dibandingkan kontrak spot, masing-masing 95 persen dan lima persen untuk FLF, 86 persen dan 14 persen untuk TNB, serta 55 persen dan 45 persen untuk MV.
 
"Perpanjangan kontrak jangka panjang pengangkutan batu bara dan multi kargo serta kontrak baru, per September 2020 PSSI berhasil mengamankan kontrak sebesar USD101 juta," ucap dia.
 
Selain itu, serapan belanja modal perusahaan sebesar USD4,7 juta per September 2020 yang sebagian besar digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan kapal (docking) di semester pertama, sehingga dapat mengejar permintaan volume pengangkutan di semester kedua. Sebagai bagian dari strategi ekspansi armada, perseroan merencanakan pembelian satu unit kapal MV Supramax yang ketujuh di akhir kuartal IV-2020 atau pada awal 2021.
 
"PSSI akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya dengan terus menjaga likuiditas dan permodalan yang sehat, target diversifikasi kargo selain pengangkutan batu bara, serta mengejar pasar internasional," tutup Alex.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif