Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Perubahan Peta Politik Global, Momentum Merger Bank Syariah

Ekonomi Perbankan Syariah Merger Bank Syariah Bank Syariah Indonesia
Annisa ayu artanti • 04 Desember 2020 14:52
Jakarta: Penggabungan atau merger tiga bank syariah BUMN yang mulai efektif 1 Februari 2021 dinilai menjadi momen awal kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Menurut Pakar Ekonomi Syariah Adiwarman Karim, momentum merger bank syariah BUMN tepat di tengah mulai berubahnya peta politik global untuk memperebutkan pengaruh negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
 
Merger PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah akan berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia. Sebab, aksi ini dinilai bakal memperbesar aset dan kekuatan perbankan syariah. Penggabungan usaha tiga bank juga digadang membuat total aset entitas baru nanti mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Paling tidak pada 2021 itu ada sembilan inisiatif diperbankan syariah yang sedang terjadi dan melibatkan 21 bank. Ada tiga bank milik pemerintah yang akan merger, sehingga aset mencapai Rp215 triliun-an. Ada juga yang sudah publik. Ada inisiatif-inisiatif lain yang akan terjadi. Jadi 2021 adalah tahun kebangkitan awal umat Islam di Indonesia, dan InsyaAllah di dunia," kata Adiwarman dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Adiwarman mengungkapkan perubahan peta geopolitik yang terjadi tahun depan yang melibatkan Amerika Serikat serta Tiongkok juga akan membawa perubahan pada wajah politik Indonesia.
 
Perubahan tersebut dipercaya turut mendorong kebangkitan perbankan syariah. Selain itu, kebangkitan perbankan syariah juga telah dinanti-nanti karena selama ini tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara muslim besar lainnya.
 
Adapun saat ini tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia berdasarkan Indeks Literasi Eksyar Nasional 2019 yang dirilis Bank Indonesia sebesar 16,3 persen atau dalam kategori well literate.
 
Sementara itu, Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid mengatakan merger bank syariah membuat masa depan industri keuangan syariah di Indonesia semakin terang. Dia menilai aksi korporasi ini seperti upaya membangunkan raksasa yang tertidur.
 
"Penggabungan ini seperti membangunkan raksasa yang sudah lama tidur, dan mudah-mudahan raksasa ini betul-betul bangun dan bisa menandingi raksasa-raksasa lain. InsyaAllah kita bisa bersaing, begitu naik ke BUKU 4 kita bisa bersaing dengan bank-bank lain di seluruh dunia," pungkas Arief.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif