Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. Foto : Medcom.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. Foto : Medcom.

Krakatau Steel Cetak Laba Operasi Rp1,05 Triliun

Ekonomi krakatau steel pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 30 November 2020 21:20
Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencetak laba operasi sebesar USD72,67 juta atau setara Rp1,05 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD) pada kuartal ketiga 2020.
 
Selain itu, perseroan juga mencatatkan EBTDA sebesar USD55,99 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang justru minus USD40,51 juta.
 
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan di tengah pandemi covid-19, perseroan menurunkan biaya operasi setiap bulannya hingga 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Efisiensi biaya operasi di antaranya melalui penurunan biaya energi 41 persen, biaya utility 21 persen, biaya consumable 51 persen, dan biaya suku cadang 60 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu BUMN ini juga menurunkan cash cycle dari 82 hari menjadi 62 hari sebagai upaya memperbaiki arus kas.
 
“Transformasi dan restrukturisasi Krakatau Steel yang dilakukan di segala lini hingga ke seluruh anak perusahaan telah menunjukkan hasil yang baik. Segala upaya yang kami lakukan ini membuat Krakatau Steel mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian nasional yang terganggu akibat pandemi covid-19," kata Silmy dalam keterangan resmi, Senin, 30 November 2020.
 
Di sisi lain, dalam upaya menggerakkan kembali perekonomian nasional yang terganggu akibat pandemi covid-19, Krakatau Steel mengambil peran penting untuk membantu industri hilir dan industri pengguna nasional melalui inisiatif pemberian relaksasi kepada industri hilir dan industri pengguna.   
 
Hal ini dilakukan melalui realisasi kebijakan investasi pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp3 triliun dengan cara penerbitan obligasi wajib konversi yang sudah mendapat persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 24 November lalu.
 
Ia mengatakan posisi Krakatau Steel sebagai penyedia produk baja hulu sangat berpengaruh dalam menyokong kegiatan operasional industri hilir dan industri pengguna.
 
Oleh karena itu, kebijakan investasi Pemerintah akan memberikan fleksibilitas kepada Krakatau Steel untuk membantu konsumen industri hilir dan industri pengguna, melalui perpanjangan siklus pembayaran serta pembelian bahan baku sehingga dapat memulihkan pasar dan industri baja.
 
Lebih lanjut, Silmy menambahkan pasar baja domestik telah menunjukkan tanda perbaikan positif. Perbaikan ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga baja internasional.
 
Menurut World Steel Dynamics, harga baja internasional untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) di kuartal keempat 2020 mengalami peningkatan 27,1 persen dibandingkan dengan harga di kuartal kedua 2020.
 
"Hingga saat ini pasar baja sudah recovery sebesar 80 persen. Hal ini memberikan keyakinan bahwa ke depannya di kuartal kedua 2021 pasar baja domestik akan kembali pulih seperti sebelum masa pandemi," jelas Silmy.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif