Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Jaminan Pemerintah untuk Tekan Risiko Kredit Macet di UMKM

Ekonomi Kredit UMKM
Suci Sedya Utami • 07 Juli 2020 21:35
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan program penjaminan yang dilakukan pemerintah pada kredit modal kerja bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bertujuan untuk menurunkan risiko kredit macet di tengah pandemi covid-19.
 
"Penjaminan kredit modal kerja dimaksudkan untuk menurunkan risiko kredit bagi pengusaha UMKM di masa pandemi dan mendorong penyaluruan kredit perbankan pada UMKM," kata Erick di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Erick mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut, BUMN memiliki peran dan tugasnya masing-masing untuk berkontribusi membantu UMKM. Pertama, BUMN sebagai penyalur kredit modal kerja melalui himpunan bank milik negara (Himbara) yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN) serta anak usaha Himbara seperti BRI Agro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, BUMN sebagai pemberi jaminan modal kerja melalui PT Jamkrindo (Persero) dan PT Askrindo (Persero) serta PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) sebagai lembaga reasuransi.
 
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jaminan yang diberikan pemerintah sebesar Rp5 triliun. Artinya UMKM yang memiliki pinjaman apabila ada kredit macetnya akan dijamin oleh pemerintah melalui Askrindo dan Jamkrindo. Ia bilang kedua perusahaan pelat merah tersebut telah diberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp6 triliun untuk mencover adanya risiko kredit macet dari pinjaman tersebut.
 
"Artinya UMKM bisa bangkit kembali diberikan restruktirisasi untuk pinjaman enggak bayar enam bulan dari sisi pokok, bunga disubsidi semakin keci, pinjaman subsidi semakin penuh," jelas Ani.
 
Adapun kredit modal kerja yang diberikan yakni sebesar Rp100 triliun. Kredit ini diberikan selama 18 bulan atau hingga 2021. Diharapkan di tahun ini bisa yang bisa tersalurkan sebesar Rp65 triliun hingga Rp80 triliun.

 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif