Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Titik Terang Jadwal Tapering Dongkrak Rupiah di Akhir Pekan

Ekonomi Kurs Rupiah The Fed
Husen Miftahudin • 17 September 2021 16:29
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini mengalami penguatan. Hal itu terjadi di tengah titik terang jadwal pengurangan stimulus moneter atau tapering yang akan dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve.
 
"Fokus pasar saat ini adalah keputusan kebijakan Federal Reserve AS yang dapat memberikan petunjuk kapan pengurangan aset akan dimulai," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam siaran persnya, Jumat, 17 September 2021.
 
Sementara itu, dolar AS (USD) mengalami penguatan seiring penjualan ritel inti AS yang tumbuh sebesar 1,8 persen (mtm) dan penjualan ritel tumbuh 0,7 persen (mtm) di Agustus 2021. Adapun Indeks Manufaktur Federal Reserve Philadelphia pada September tercatat 30,7, sedangkan data pekerjaan Fed Philadelphia berada di 26,3.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun demikian, klaim pengangguran awal meningkat menjadi 332 ribu selama sepekan terakhir. Oleh karenanya, investor sekarang menunggu Indeks Ekspektasi Konsumen Michigan dan Sentimen Konsumen Michigan untuk bulan September, yang akan dirilis hari ini," paparnya.
 
Beberapa investor memperkirakan bahwa tapering The Fed akan dimulai pada November. Ini mengingat penyebaran wabah varian delta covid-19 yang kemungkinan akan menghambat laju pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga.
 
"The Fed akan bertemu minggu depan untuk menjatuhkan keputusan kebijakannya, yang dapat memberikan petunjuk tentang garis waktu (tapering)," sebut Ibrahim.
 
Di seberang Atlantik, Kepala Ekonom European Central Bank (ECB) Philip Lane mengungkapkan bahwa mereka mengharapkan untuk mencapai sasaran inflasi dua persen pada 2025. "Namun, ECB menolak keakuratan proyeksi tersebut," ucap Ibrahim.
 
Dari faktor domestik, membaiknya pengendalian covid-19 seperti yang tercermin pada indikator Recovery Rate (RR) sebesar 94,45 persen dan Bed Occupancy Ratio (BOR) 13,32 persen mendorong optimisme para pelaku pasar.
 
Secara paralel, pelaksanaan vaksinasi terus didorong dan dipastikan ketersediaannya. Pasokan vaksin hingga Desember mendatang diperkirakan akan mendekati 394 juta dosis, dan pada September target vaksinasi harian dinaikkan menjadi dua juta suntikan per hari.
 
Berbagai strategi percepatan vaksinasi juga dilakukan dan distribusi vaksin ke depannya akan difokuskan kepada provinsi atau kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya masih di bawah 20 persen, serta wilayah aglomerasi Jawa, Jabodetabek, Bali, Kepulauan Riau, juga Papua dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON).
 
"Untuk membantu meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi, pemerintah juga sudah meluncurkan berbagai insentif dan program seperti diskon listrik, subsidi kuota internet, Program kartu prakerja, bantuan subsidi upah, BPUM, subsidi bunga KUR dan non KUR, pembebasan rekmin, biaya beban, hingga abodemen listrik," urai Ibrahim.
 
"Untuk perdagangan minggu depan, tepatnya Senin besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.210 per USD hingga Rp14.230 per USD," pungkas Ibrahim.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif