Ilustrasi. Foto: Antara/ Indiranto Eko
Ilustrasi. Foto: Antara/ Indiranto Eko

Perbaikan Ekonomi Global Dorong Lonjakan Aliran Modal Asing dan Rupiah

Ekonomi Bank Indonesia Kurs Rupiah Investasi Asing
Husen Miftahudin • 17 Juni 2021 17:31
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kinerja perekonomian dunia terus membaik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun. Kondisi tersebut membuat aliran modal asing mengalir deras dan nilai tukar rupiah terus menguat.
 
"Perkembangan positif tersebut kembali meningkatkan aliran modal global ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Serta mendorong penguatan mata uang di berbagai negara tersebut," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Kamis, 17 Juni 2021.
 
Menurut Perry, perbaikan ekonomi global terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin kuat serta perbaikan ekonomi di Tiongkok dan sejumlah negara di Kawasan Eropa yang terus berlangsung sejalan percepatan vaksinasi dan berlanjutnya stimulus kebijakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry melanjutkan bahwa berbagai indikator dini pada Mei 2021 mengonfirmasi pemulihan ekonomi global yang terus menguat, seperti tercermin pada Purchasing Managers' Index (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel di beberapa negara.
 
Volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga meningkat. Ketidakpastian pasar keuangan global menurun sejalan dengan kejelasan arah kebijakan The Fed yang tetap akomodatif dan berpandangan masih terlalu dini untuk pengurangan stimulus moneter (tapering) AS.
 
"The Fed masih melanjutkan pembelian surat-surat berharga sampai dengan terdapat perkembangan yang substansial terkait inflasi dan tenaga kerja," ungkapnya.
 
Adapun berlanjutnya aliran masuk modal asing ke dalam negeri tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflows sebesar USD6,5 miliar pada periode April hingga 15 Juni 2021. Hal ini sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun.
 
Perry bilang, kembali masuknya aliran masuk modal asing dan langkah stabilisasi yang ditempuh oleh bank sentral membuat nilai tukar rupiah terus mengalami penguatan. Nilai tukar rupiah pada 16 Juni 2021 menguat 0,49 persen secara rerata dan 0,30 persen secara point to point (ptp) dibandingkan dengan level Mei 2021.
 
Penguatan rupiah didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Hal tersebut seiring dengan penurunan ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi investor yang membaik terhadap prospek ekonomi domestik.
 
"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan bekerjanya mekanisme pasar melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," pungkas Perry.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif