Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pamer Kekuatan di Tengah Kekhawatiran Rencana Tapering The Fed

Ekonomi rupiah rupiah menguat Kurs Rupiah The Fed
Husen Miftahudin • 10 September 2021 17:05
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, tetap pada pendirian untuk mengurangi stimulus moneter atau tapering di penghujung 2021 ini. Hal itu meskipun perkiraan pekerjaan AS pada Agustus 2021 dilaporkan mengalami pelemahan.
 
Namun di sisi lain Presiden Fed Chicago Charles Evans memperingatkan ekonomi AS belum keluar dari kesulitan lantaran masih adanya sejumlah tantangan seperti rantai pasokan dan kemacetan pasar tenaga kerja. Kondisi tersebut yang membuat dolar AS melemah dan mendorong nilai tukar rupiah menguat.
 
"Data pada Kamis menunjukkan jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun dari minggu lalu ke level terendah dalam 18 bulan. Kondisi ini menawarkan lebih banyak bukti pertumbuhan pekerjaan terhambat oleh kekurangan tenaga kerja daripada pendinginan permintaan pekerja," ungkap Ibrahim, dalam siaran persnya, Jumat, 10 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara di seberang Atlantik, bank sentral Eropa (ECB) menurunkan keputusan kebijakannya pada Kamis kemarin. Meskipun suku bunganya tetap pada nol persen, hal itu mengindikasikan bahwa akan memperlambat laju pembelian di bawah Program Pembelian Darurat Pandemi pada kuartal IV-2021.
 
"Meskipun demikian, Presiden European Central Bank Christine Lagarde dengan cepat meyakinkan pasar bahwa (kebijakan moneter bank sentral) tidak meruncing," tutur Ibrahim.
 
Dari faktor domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 diproyeksi positif meskipun angkanya lebih lemah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh positif hingga 7,07 persen (yoy). Kondisi ini yang memperkuat taji mata uang Garuda terhadap dolar AS.
 
"Salah satu pendukung ekonomi membaik adalah ekonomi dari segi sektoral sudah menunjukkan arah pemulihan yang positif. Pertumbuhan ekonomi semua sektor yang sudah positif pada kuartal II-2021 menunjukkan bahwa secara teknikal semua sektor sudah keluar dari zona krisis ekonomi akibat pandemi covid-19," jelas Ibrahim.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.202 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 50 poin atau setara 0,35 persen dari posisi Rp14.262 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah stagnan di posisi Rp14.269 per USD. Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.225 per USD atau menguat sebanyak 40 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.272 per USD.
 
"Untuk perdagangan minggu depan tepatnya Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat terbatas di rentang Rp14.390 per USD hingga Rp14.230 per USD," pungkas Ibrahim.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif