VP-Head of Marketing Bank Neo Commerce  Maritsen Darvita (tengah) bersama Gading Marten (kanan). FOTO: Bank Neo Commerce
VP-Head of Marketing Bank Neo Commerce Maritsen Darvita (tengah) bersama Gading Marten (kanan). FOTO: Bank Neo Commerce

Menjadi Miliuner via Neoliuner

Ekonomi Perbankan investasi Bank Neo Commerce
Angga Bratadharma • 04 Desember 2021 10:43
Jakarta: Masyarakat yang mengakses industri perbankan seharusnya tak hanya ditawarkan sebuah keamanan, kenyamanan, dan kemudahan tetapi juga harus memberikan keuntungan. Bahkan, institusi perbankan perlu membantu nasabah menjadi seorang miliuner.
 
VP-Head of Marketing PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) Maritsen Darvita mengatakan kegiatan masyarakat mengakses perbankan sekarang ini bukan hanya mencari keamanan, kemudahan, dan kenyamanan. Tetapi, lanjutnya, juga perlu difasilitasi keuntungan oleh perbankan agar uang yang disimpan masyarakat di bank tak habis begitu saja.
 
"Bank itu bukan sekadar tempat menempatkan uang atau bertransaksi, tapi bank harus punya tanggung jawab untuk bisa mendorong kesejahteraan nasabahnya," kata Maritsen, dikutip Sabtu, 4 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maritsen mengungkapkan kondisi tersebut yang membuat BNC menjawab dengan kampanye Neoliuner. Adapun kata liuner dalam Neoliuner, lanjutnya, diartikan sebagai miliuner. Sedangkan neo mengandung arti baru atau Bank Neo Commerce. Menurut Maritsen Neoliuner adalah aspirasi yang ditangkap dari setiap nasabah untuk menjadi kaya dan sejahtera.
 
"Di sini kita mau kasih aspirasi bahwa kesuksesan dari miliuner atau yang sukses dari finansial itu adalah bahwa setiap orang bisa menjadi miliuner dengan memilih bank yang tidak hanya menyediakan rasa aman, pastinya kebutuhan, tapi juga menguntungkan dan nantinya bisa menjadi miliuner," jelasnya.
 
Sedangkan tema yang diangkat, lanjutnya, adalah 'New Bank New Rules' yang artinya semangat sebagai bank digital baru untuk memberikan terobosan yang sama sekali berbeda, seakan-akan BNC membuat benchmark bagaimana sebuah bank digital seharusnya dalam membuat layanan dan produk.
 
Apalagi BNC, tambahnya, melihat masyarakat sering salah kaprah dalam esensi menyimpan uangnya di bank, dengan memaklumi kalau uang yang mereka simpan berkurang jumlahnya. BNC menilai tanggung jawab bank harusnya tidak hanya sekadar berhenti dengan memberikan keamanan dan kenyamanan, tapi juga harus memberikan keuntungan.
 
"Bank bukan sekadar tempat menaruh uang dan melakukan transaksi, tapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan nasabah untung. Kampanye ini lahir dari masyarakat yang ingin memaksimalkan keuntungan dari produk perbankan yang mereka pilih, namun masih terbentur halangan dan kesulitan yang melelahkan," tuturnya.

Kesadaran masyarakat untuk menabung

Adapun pandemi telah membuat tingkat kesadaran masyarakat untuk menabung lebih baik daripada sebelumnya. Riset dari YouGov menunjukkan Indonesia menjadi negara ketiga tertinggi dengan 34 persen responden lebih banyak menabung selama pandemi. Sementara 54 persen responden berencana menabung sebagai persiapan dana darurat selama setahun mendatang.
 
"Hal itu yang juga dimanfaatkan BNC melalui Neo Jurnal, Neo Now, dan Neo Wow," kata Maritsen.
 
Sementara itu, Gading Marten, aktor dan pengusaha menceritakan, betapa pentingnya fleksibilitas akses dan pengelolaan keuangan yang simpel dan praktis untuk mendukung aktivitas sehari-harinya. Hal itu sejalan dengan perkembangan zaman di era digitalisasi.
 
"Saya mendukung kemunculan neobank dan fitur-fitur perbankan serta investasi yang tersedia dalam satu aplikasi karena memudahkan dalam mengatur keuangan untuk keperluan pribadi dan bisnis," ucapnya.
 
Di sisi lain, Plt Direktur Risiko & Kepatuhan Bank Neo Commerce Aditya Windarwo yakin ke depan ekspansi bisnis terus dilakukan seiring dengan bank yang memiliki kode emiten BBYB ini mampu memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp2 triliun sesuai yang diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum 2021 berakhir.
 
Adapun emiten yang bergerak di perbankan ini mempunyai modal inti lebih dari Rp3 triliun per Desember 2021. Sedangkan hingga akhir September 2021, modal inti masih di angka Rp1,03 triliun.
 
Kewajiban bank di Indonesia memiliki modal inti minimal Rp2 triliun per akhir 2021 dan meningkat menjadi Rp3 triliun pada 2022 diatur dalam Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum mengenai Pemenuhan Modal Inti Minimum. Bank yang gagal menjalankan aturan tersebut akan diturunkan kelasnya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
 
Saat ini, Bank Neo Commerce tercatat memiliki 12 juta nasabah. Jumlah nasabah ini dicapai Bank Neo Commerce dalam kurun kurang dari setahun sejak perusahaan meluncurkan aplikasi Neo Bank pada Maret 2021. Namun, angka tersebut ditargetkan bisa terus meningkat di masa-masa yang akan datang. Di antara strategi yang dilakukan yakni melalui kampanye Neoliuner.
 
"Sedari awal, kami membangun BNC dengan nilai-nilai untuk memberikan keuntungan maksimal untuk nasabah. Kampanye Neoliuner ini semakin mengukuhkan kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman dengan semangat utama banking, above, and beyond," tutup Maritsen.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif