Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Sepekan Tenaga Rupiah Kian Rapuh, Sempat Sentuh Rp16 Ribu/USD

Ekonomi kurs rupiah Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Angga Bratadharma • 21 Maret 2020 11:31
Jakarta: Wabah korona yang terus meluas diperparah dengan perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia. Sehingga memberikan pukulan keras terhadap perekonomian dunia, terutama di pasar saham dan nilai tukar. Katalis negatif itu juga datang ke Indonesia yang salah satunya memberikan tekanan cukup tajam terhadap nilai tukar rupiah, bahkan sempat menyentuh Rp16 ribu per USD.
 
Data yang dihimpun Medcom.id dari Bloomberg, Sabtu, 21 Maret 2020, terlihat pada Senin, 16 Maret atau di awal pekan rupiah berakhir di posisi Rp14.933 per USD. Kemudian pada Selasa, 17 Maret, nilai tukar rupiah terpental dan melemah jadi Rp15.173 per USD. Lalu pada Rabu, 18 Maret, nilai tukar rupiah kembali tertekan jadi Rp15.223 per USD.
 
Sejumlah upaya yang dilakukan pihak terkait di dalam negeri pun belum maksimal membuahkan hasil. Pasalnya, pada Kamis, 19 Maret, nilai tukar rupiah kembali tidak bisa bertahan di zona hijau dan harus melemah ke Rp15.913 per USD. Upaya maksimal yang dilakukan dari fiskal dan moneter pada Jumat, 20 Maret pun juga belum sukses lantaran rupiah kembali ambruk ke Rp15.960 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sepekan ini, wabah virus korona yang kian mengkhawatirkan memicu investor panik. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kepanikan investor menjadi penyebab utama nilai tukar rupiah terhadap USD merosot tajam. Bahkan sejumlah perbankan nasional menjual mata uang Negeri Paman Sam tersebut di level Rp16 ribu per USD.
 
"Jadi (pelemahan rupiah) bukan masalah fundamental, tapi memang karena (investor) cenderung panik. Ini menyebabkan premi risiko menjadi tinggi," ujar Perry, di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Paniknya para investor disebabkan oleh cepatnya penyebaran virus korona atau covid-19 yang hingga saat ini sudah menjangkit 159 negara. Ketidakpastian global ini berimbas pada tingginya premi risiko, sehingga aliran modal asing 'pulang kampung' pada saat yang bersamaan.
 
Adapun BI sudah menggelontorkan dana sebanyak Rp192 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual asing. Langkah ini menjadi upaya bank sentral Indonesia dalam menjaga pasar keuangan di tengah dampak ekstrem imbas penyebaran virus korona atau covid-19.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif